MARKET NEWS

Gelar Rights Issue Rp27,7 Triliun, FORU Akuisisi 49 Persen Saham Borneo Prima Lewat Inbreng

Desi Angriani 10/06/2026 22:45 WIB

Fortune Indonesia berencana menggelar rights issue dengan menerbitkan hingga 219,5 miliar saham baru.

Gelar Rights Issue Rp27,7 Triliun, FORU Akuisisi 49 Persen Saham Borneo Prima Lewat Inbreng (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) berencana menggelar rights issue dengan menerbitkan hingga 219,5 miliar saham baru. 

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan Selasa (9/6/2026) harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp126 per saham sehingga perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp27,7 triliun.

Setiap pemegang 100 saham lama akan memperoleh 47.177 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga 99,79 persen bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue tersebut.

Adapun pemegang saham pengendali FORU, IMR Asia Holding Pte Ltd yang saat ini menguasai 76,81 persen saham perseroan akan melaksanakan seluruh haknya melalui mekanisme inbreng atau setoran non-tunai.

Dalam skema tersebut, IMR Asia Holding akan menyetorkan sebanyak 49 persen saham PT Borneo Prima dengan nilai transaksi sekitar Rp21,2 triliun sebagai pengganti setoran dana tunai dalam pelaksanaan rights issue.

Masuknya PT Borneo Prima menjadi aset utama perseroan akan menjadi transformasi strategis bagi FORU. Perusahaan tersebut merupakan produsen batu bara kokas yang beroperasi di Kalimantan Tengah dan memiliki fokus pada segmen batu bara metalurgi yang digunakan dalam industri baja.

Sementara itu, dana yang berasal dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham publik diperkirakan mencapai sekitar Rp6,4 triliun. 

Dana tersebut akan digunakan untuk memberikan pinjaman modal kerja kepada PT Borneo Prima guna mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perusahaan tambang tersebut.

Seiring dengan masuknya kepemilikan di PT Borneo Prima, FORU juga berencana mengubah kegiatan usaha utama perseroan menjadi perusahaan holding. 

Sebelumnya FORU dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi pemasaran dan media. Melalui transformasi tersebut, FORU akan memiliki eksposur yang lebih besar terhadap sektor pertambangan batu bara kokas.

Seluruh rencana rights issue, transaksi inbreng, serta perubahan kegiatan usaha utama perseroan akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Juli 2026.

(DESI ANGRIANI)

SHARE