Genjot Ekspansi, Petrindo (CUAN) Kejar Target Masuk Enam Besar Produsen Batu Bara Nasional
Setelah seluruh transaksi selesai, Petrindo dan afiliasinya diproyeksikan akan memiliki setidaknya 29 persen saham SINI.
IDXChannel - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan perolehan pendapatan sepanjang 2025 lalu sebesar USD1,21 miliar, atau tumbuh hingga 51,63 persen dibanding capaian pada 2024 yang masih sebesar USD801,72 juta. Capaian tersebut sejalan dengan ambisi CUAN untuk terus menggenjot ekspansi bisnisnya di industri pertambangan dan energi nasional.
Ambisi tersebut sejalan dengan transformasi Persen sebagai grup pertambangan dan energi terintegrasi, melalui rencana pengambilalihan Singaraja Putra (SINI) yang dilakukan melalui afiliasi Perseroan, termasuk PT Petrosea Tbk (PTRO).
Pada Desember 2025 lalu, CUAN melalui salah satu anak usahanya, yaitu PT Kreasi Jasa Persada beserta afiliasinya secara tidak langsung, telah menguasai 19,99 persen saham SINI dan tengah mengikuti proses right issue perusahaan tersebut. Setelah seluruh transaksi selesai, Petrindo dan afiliasinya diproyeksikan akan memiliki setidaknya 29 persen saham SINI.
"Langkah akuisisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kami dalam memperkuat aset grup, memperluas jaringan usaha, serta membangun perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi," ujar Direktur Utama CUAN, Michael, dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).
Secara teknis, total cadangan yang dimiliki perusahaan dan anak usaha diproyeksikan mencapai sekitar 378 juta ton batubara.
Dengan langkah ekspansi bersama Singaraja Putra, Perseroan berharap mampu meningkatkan kapasitas produksi grup secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
"Dengan ekspansi yang ada, kami proyeksikan akan mampu meningkatkan produksi secara bertahap hingga melampaui 30 juta ton per tahun sampai 2031 nanti. Hal ini akan berpotensi menempatkan grup menjadi salah satu produsen batu bara enam besar di Indonesia berdasarkan volume produksi tahunan," ujar Michael.
Nilai strategis transaksi tersebut, dikatakan Michael, tidak hanya terletak pada tambahan cadangan dan peningkatan produksi, namun juga memperkuat model bisnis terintegrasi Petrindo yang menggabungkan kepemilikan sumber daya, kemampuan operasional Petrosea, serta infrastruktur logistik yang mampu menangani volume besar per tahun.
Melalui model bisnis tersebut, peningkatan produksi dinilai akan berdampak langsung terhadap utilisasi jalan tambang, pelabuhan, dan fasilitas logistik yang dimiliki maupun dikelola grup.
Sinergi antara aset tambang dan infrastruktur logistik itu disebut menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan nilai tambah di seluruh rantai bisnis pertambangan Perseroan.
Dari sisi operasional, CUAN beserta anak usahanya juga bakal mengembangkan infrastruktur jalan tambang untuk mendukung operasional all-weather road, penggunaan double trailer, hingga pengembangan armada kendaraan listrik (EV truck) guna meningkatkan efisiensi logistik dan produktivitas operasional.
Melalui pengambilalihan SINI, Perseroan menilai integrasi antara tambang, jasa pertambangan, dan infrastruktur logistik akan semakin kuat dalam satu platform usaha yang saling terhubung.
(taufan sukma)