MARKET NEWS

Geopolitik Memanas Usai AS Tangkap Maduro, Investor Cermati Dampaknya ke Pasar

Nia Deviyana 05/01/2026 06:48 WIB

Investor global menghadapi peningkatan signifikan risiko geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. 

Geopolitik Memanas Usai AS Tangkap Maduro, Investor Cermati Dampaknya ke Pasar. Foto: Mint.

IDXChannel - Investor global menghadapi peningkatan signifikan risiko geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. 

Langkah ini berpotensi membuka akses terhadap cadangan minyak raksasa negara tersebut dan mendorong aset berisiko dalam jangka panjang, namun dalam jangka pendek dapat memicu pelarian ke aset aman saat perdagangan kembali dibuka.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS akan mengambil alih kendali negara penghasil minyak itu, sementara Maduro, yang berulang kali dituduh AS menjalankan "negara narkoba" dan memanipulasi pemilu ditahan di pusat penahanan New York pada Minggu sambil menunggu dakwaan. 

Washington belum pernah melakukan intervensi langsung seperti ini di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketegangan geopolitik terus mendominasi pemberitaan dan menggerakkan pasar," kata Ekonom di Saltmarsh Economics, Marchel Alexandrovich, dilansir Reuters, Senin (5/1/2026).

Pasar memang sedang tutup saat serangan terjadi. Namun, hari perdagangan pertama tahun ini dibuka dengan sentimen yang kuat.
Indeks Wall Street ditutup menguat dan dolar naik terhadap sekeranjang mata uang utama pada Jumat.

Saham AS dan global menutup 2025 di dekat level tertinggi sepanjang masa, mencatat kenaikan dua digit meski berada pada tahun yang penuh gejolak, didominasi perang tarif, kebijakan bank sentral, dan ketegangan geopolitik.

Mantan CEO raksasa dana obligasi PIMCO, Mohamed El-Erian, menilai reaksi ekonomi dan keuangan atas tumbangnya Maduro masih belum jelas.

"Jika pasar sedang buka, kemungkinan kita akan melihat pemisahan langsung antara harga minyak (turun karena prospek peningkatan ekspor Venezuela, tergantung pada suksesi kepemimpinan di sana) dan emas (naik karena arus ke aset lindung nilai di tengah ketidakpastian yang meningkat),” kata dia.

Emas naik paling tajam dalam 46 tahun hingga mencetak rekor tertinggi tahun lalu, didorong oleh kombinasi faktor termasuk pemangkasan suku bunga AS dan titik-titik panas geopolitik.

Trump mengatakan dalam konferensi pers pada Sabtu bahwa AS akan menjalankan negara tersebut sampai tiba saatnya dilakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. 

Langkah ini juga menyoroti krisis utang Venezuela, yang merupakan salah satu kasus gagal bayar utang pemerintah terbesar di dunia dan masih belum terselesaikan hingga kini.

Beberapa jam setelah penangkapan pemimpin Venezuela, Trump mengatakan perusahaan minyak AS siap menggelontorkan miliaran dolar untuk memulihkan produksi minyak mentah Venezuela, yang berpotensi mendorong pertumbuhan global karena pasokan yang lebih besar akan menekan harga energi.

Harga minyak sempat naik di atas USD62 per barel pada Desember, ketika AS memblokir kapal tanker yang dikenai sanksi agar tidak masuk atau keluar dari Venezuela, tetapi sejak itu relatif stabil di kisaran USD60–61 per barel.

(NIA DEVIYANA)

SHARE