MARKET NEWS

Geoprima Solusi (GPSO) Tuntaskan Private Placement, Bakal Garap Bisnis Baru

Rahmat Fiansyah 06/07/2026 08:30 WIB

GPSO menuntaskan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

GPSO menuntaskan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menuntaskan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Dalam aksi korporasi ini, perseroan mengantongi dana sebesar Rp28,46 miliar.

Seluruh saham baru tersebut diserap sepenuhnya oleh PT PIMSF Pulogadung (PIMSF), yang merupakan Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru sekaligus bagian dari jaringan bisnis Tjokro Group. Jumlah saham baru yang diterbitkan dalam PMTHMETD ini sebanyak 66,67 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp427 per saham.

Aksi korporasi ini telah mendapatkan lampu hijau melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin (22/6/2026). Sesuai jadwal, distribusi saham baru kepada PIMSF dilakukan pada 3 Juli, diikuti dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Juli.

Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk, Dionysius Tjokro mengatakan, masuknya PIMSF dan Tjokro Group membawa perubahan arah dan model bisnis yang signifikan bagi GPSO. Guna menyelaraskan langkah dengan ekosistem bisnis pengendali baru, perseroan juga telah mengesahkan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

"Perubahan KBLI dilakukan sejalan dengan perubahan pemegang saham pengendali perseroan, yaitu PT PIMSF Pulogadung yang merupakan afiliasi dari Tjokro Group. Melalui perubahan tersebut, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha yang selaras dan bersinergi dengan ekosistem bisnis Tjokro Group. Dengan perubahan KBLI ini, Perseroan optimistis dapat memperluas sumber pendapatan dan memperkuat kinerja usaha melalui sinergi dengan Tjokro Group," ujar Dionysius, Senin (6/7/2026).

Adapun penyesuaian yang dilakukan mencakup penambahan tiga lini KBLI baru, yakni KBLI 70209 mengenai aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis lainnya, KBLI 46591 mengenai perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan, suku cadang, dan perlengkapannya, dan KBLI 68129 mengenai aktivitas real estat atas bangunan dan lahan nonhunian milik sendiri atau sewa.

Kendati merambah sektor-sektor baru, Dionysius menegaskan bahwa GPSO tetap mempertahankan lini bisnis lamanya, yakni KBLI 46599 yang mencakup perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya. Lini usaha alat survei, pemetaan tanah, serta jasa pengukuran yang menjadi fokus perseroan sebelumnya juga akan tetap diupayakan untuk dipertahankan.

Khusus untuk penambahan KBLI 68129 (real estate), manajemen mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung rencana aksi korporasi berikutnya, yakni pembelian aset milik PT JIC dengan estimasi nilai Rp78 miliar. Proyeksi ini dimasukkan ke dalam alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan untuk tahun 2026.

"Aset tersebut direncanakan untuk disewakan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi perseroan," katanya.

Terkait performa di paruh kedua tahun ini, manajemen mengakui bahwa pada kuartal III-2026, perseroan masih dalam tahap penyesuaian administratif dan operasional pasca-akuisisi. Namun, dengan tuntasnya perubahan KBLI dan masuknya modal baru, manajemen optimistis pertumbuhan pendapatan maupun laba perseroan dapat terkerek secara bertahap pada periode-periode selanjutnya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE