MARKET NEWS

Go Private IBST Disetujui, iForte Gelar Tender Sukarela Rp5.400 per Saham

Desi Angriani 09/06/2026 18:33 WIB

Aksi tersebut merupakan bagian dari proses penghapusan pencatatan saham (delisting) dan perubahan status IBST menjadi perusahaan tertutup.

Go Private IBST Disetujui, iForte Gelar Tender Sukarela Rp5.400 per Saham (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - PT Iforte Solusi Infotek (iForte) selaku pemegang saham pengendali PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) akan melaksanakan penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) dengan harga Rp5.400 per saham.

Aksi tersebut merupakan bagian dari proses penghapusan pencatatan saham (delisting) dan perubahan status IBST menjadi perusahaan tertutup (go private) usai mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Juni 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Selasa (9/6/2026) periode penawaran tender sukarela akan berlangsung paling singkat selama 30 hari, yakni mulai 1 Juli hingga 30 Juli 2026.

Dalam pelaksanaannya, iForte menyatakan memiliki dana yang memadai untuk memenuhi seluruh kewajiban pembayaran kepada pemegang saham publik yang memilih menjual sahamnya dalam VTO tersebut.

Proses transaksi jual beli saham akan dilakukan melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara penyelesaiannya mengacu pada ketentuan yang berlaku di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Saat ini, iForte menguasai sebanyak 1,35 miliar saham IBST atau setara 99,95 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Setelah seluruh proses VTO tuntas, kepemilikan iForte meningkat menjadi 1,35 miliar saham atau 100 persen dari total saham perseroan.

Dengan struktur kepemilikan tersebut, IBST akan sepenuhnya berada di bawah kendali iForte dan tidak lagi berstatus sebagai perusahaan terbuka.

Per 31 Desember 2025, perseroan mengelola 3.204 menara telekomunikasi dengan total 5.756 penyewaan menara (tenancy) dan rasio penyewaan menara (tenancy ratio) sebesar 1,8 kali.

IBST juga memiliki jaringan serat optik sepanjang 19.458 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi kawasan dengan kontribusi aset terbesar, ditopang oleh 1.845 menara telekomunikasi dan jaringan serat optik sepanjang 10.725 kilometer.

(DESI ANGRIANI)

SHARE