MARKET NEWS

GOTO Catat Arus Kas Bebas Disesuaikan Positif pada 2025, Simak Makna dan Dampaknya

Aldo Fernando 13/03/2026 15:35 WIB

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan arus kas bebas disesuaikan (adjusted free cash flow) yang positif sepanjang 2025.

GOTO Catat Arus Kas Bebas Disesuaikan Positif pada 2025, Simak Makna dan Dampaknya. (Foto: GoTo)

IDXChannel - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan arus kas bebas disesuaikan (adjusted free cash flow) yang positif sepanjang 2025, menandai perubahan kinerja keuangan dibandingkan periode sebelumnya.

Capaian tersebut diumumkan perseroan seiring rilis laporan kinerja tahunan yang memperlihatkan perbaikan pada fundamental bisnis perusahaan teknologi tersebut.

Dalam siaran pers kinerja tahun buku 2025, GOTO melaporkan arus kas bebas disesuaikan (adjusted free cash flow) positif sekitar Rp966 miliar.

Hasil ini menandai langkah penting bagi perusahaan karena menunjukkan bahwa perbaikan kinerja operasional mulai tercermin pada kemampuan menghasilkan arus kas.

Manajemen GOTO menyatakan arus kas bebas yang berbalik positif tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis sekaligus efektivitas perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan modal.

Menurut manajemen, perkembangan ini juga menunjukkan bahwa upaya efisiensi serta optimalisasi monetisasi yang dilakukan perseroan mulai membuahkan hasil.

Di samping itu, GOTO juga membukukan EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp2,0 triliun sepanjang 2025. Realisasi ini melampaui pedoman kinerja yang sebelumnya ditetapkan manajemen di kisaran Rp1,8 triliun hingga Rp1,9 triliun.

Pencapaian tersebut menandai tahap penting bagi GOTO yang dalam beberapa tahun terakhir berfokus memperbaiki struktur biaya serta meningkatkan kualitas pendapatan.

Dengan EBITDA yang telah berbalik positif, perusahaan dinilai semakin mendekati model bisnis yang lebih berkelanjutan.

Sejalan dengan tren perbaikan kinerja itu, GOTO juga menetapkan pedoman baru untuk 2026. Perseroan menargetkan EBITDA Grup yang disesuaikan berada di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun, atau tumbuh sekitar 59 persen hingga 69 persen dibandingkan realisasi tahun 2025.

Analis Mirae Asset Sekuritas Muhammad Farras menilai prospek kinerja GOTO masih akan tetap solid pada tahun mendatang.

Ia memperkirakan tren perbaikan profitabilitas perusahaan akan berlanjut seiring pertumbuhan ekosistem digital yang dimiliki perseroan.

Menurutnya, arus kas bebas GOTO juga berpotensi tetap positif sepanjang 2026 apabila perusahaan mampu menjaga disiplin operasional serta mengelola belanja modal secara efisien.

“Positive free cash flow menunjukkan bahwa operating profit GOTO yang tercermin dari EBITDA yang disesuaikan benar-benar terefleksi dalam arus kas operasional. Dengan pengelolaan belanja modal yang efektif, arus kas bebas bisa tetap positif,” kata Farras.

Ia menambahkan, arus kas bebas positif merupakan indikator penting bagi investor dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan teknologi.

Perusahaan dinilai tidak cukup hanya mencatatkan laba secara akuntansi, tetapi juga harus mampu menunjukkan bahwa laba tersebut benar-benar menghasilkan arus kas.

Karena itu, capaian free cash flow yang berbalik positif dipandang sebagai tonggak penting bagi GOTO. Perkembangan ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai memasuki fase yang lebih matang, di mana profitabilitas operasional dapat diterjemahkan menjadi kekuatan kas yang nyata.

Menurut Farras, peningkatan profitabilitas dan kemampuan menghasilkan arus kas positif tersebut tidak terlepas dari disiplin perusahaan dalam mengeksekusi strategi bisnisnya.

Perusahaan juga terus menghadirkan inovasi produk yang menyasar segmen affluent maupun mass market pada layanan On-Demand Services (ODS), sekaligus memperkuat bisnis fintech melalui pengembangan layanan pembayaran dan pembiayaan.

Kedua segmen tersebut dinilai menunjukkan kinerja operasional yang semakin solid dan bahkan telah mencatatkan laba operasional.

Kombinasi pertumbuhan bisnis ODS dan fintech ini menjadi salah satu pendorong utama yang menopang kinerja konsolidasi GOTO serta membuka peluang bagi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan ke depan. (Aldo Fernando)

SHARE