MARKET NEWS

GPSO Bidik Kenaikan Pendapatan 1.584 Persen usai Diakuisisi Tjokro Group

Rahmat Fiansyah 05/05/2026 08:15 WIB

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menetapkan target capaian ambisius pada 2026 setelah diakuisisi oleh PT PIMSF Pulogadung, bagian dari Tjokro Group.

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menetapkan target capaian ambisius pada 2026 setelah diakuisisi oleh PT PIMSF Pulogadung, bagian dari Tjokro Group. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) menetapkan target capaian ambisius pada 2026 setelah diakuisisi oleh PT PIMSF Pulogadung, bagian dari Tjokro Group. Di tengah proses transformasi, perusahaan tersebut memasang target tinggi tinggi demi keberlanjutan usahanya.

GPSO menargetkan pendapatan sebesar Rp92,47 miliar, atau meningkat sekitar 1.584 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 sebesar Rp5,49 miliar. Dengan target tersebut, perseroan menargetkan laba tahun berjalan sebesar Rp10,36 miliar, berbalik dari posisi rugi sebesar Rp3,18 miliar pada tahun 2025. Hal ini mencerminkan upaya GPSO dalam memperkuat kinerja operasional, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan kontribusi dari lini usaha utama.

Sebagai informasi, pada 16 Oktober 2025, PT PIMSF Pulogadung telah menyelesaikan pengambilalihan atas 303 juta saham atau setara dengan 45,45 persen kepemilikan saham perseroan. GPSO tengah bersiap melakukan transformasi bisnis besar-besaran di bawah kendali pengendali baru dengan beralih haluan menjadi pemain utama di industri komponen mekanikal dan permesinan (machining) terpadu.

GPSO berencana mengubah kegiatan usaha utamanya dari perdagangan besar mesin dan jasa survei menjadi industri komponen sepeda motor, real estate, dan perdagangan besar mesin industri. Langkah ini merupakan bagian dari visi Tjokro Group untuk menciptakan ekosistem solusi mekanikal satu atap (one stop solution for mechanical) yang menguasai rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Untuk mendukung operasional baru, pada tahap awal, GPSO akan mengakuisisi aset tetap dari PT Jakarta Indah Casting (JIC) berupa tanah seluas 15.400 m² di Bekasi, bangunan pabrik, serta mesin produksi besi tuang cetak (ferro casting).

Manajemen GPSO meyakini, prospek usaha pada 2026 dan tahun-tahun mendatang tetap menunjukkan arah yang positif, didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang stabil serta pemulihan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Secara global, aktivitas investasi infrastruktur dan transisi energi masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, yang turut meningkatkan kebutuhan akan layanan survei, pemetaan, dan geospasial. Sementara itu, di tingkat domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap solid, didorong oleh konsumsi domestik, investasi, serta percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai sektor.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah terus mendorong pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mencakup pembangunan jalan tol, bendungan, kawasan industri, hingga proyek energi dan pertambangan. Implementasi proyek-proyek tersebut membutuhkan dukungan data geospasial yang akurat serta penggunaan alat-alat survei modern seperti Global Navigation Satellite System (GNSS), LiDAR, drone pemetaan, dan peralatan geoteknik lainnya. Kondisi ini membuka peluang yang luas bagi GPSO untuk menawarkan produk dan layanan yang relevan.

Selain itu, meningkatnya kebutuhan akan efisiensi, presisi, dan digitalisasi dalam sektor konstruksi, pertambangan, serta tata ruang juga menjadi katalis positif bagi industri jasa survei. Dengan pengalaman, portofolio proyek, serta kemampuan teknis yang dimiliki, Perseroan berada pada posisi yang strategis untuk menangkap peluang tersebut.

Ke depan, GPSO akan terus memperkuat kapabilitas teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kualitas layanan guna mendukung pembangunan nasional dan menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE