MARKET NEWS

Gudang Garam (GGRM) Raih Laba Bersih Rp1,56 Triliun pada 2025

Rahmat Fiansyah 31/03/2026 13:47 WIB

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat peningkatan kinerja keuangan pada tahun lalu dengan pertumbuhan laba bersih hampir 60 persen.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat peningkatan kinerja keuangan pada tahun lalu dengan pertumbuhan laba bersih hampir 60 persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatat peningkatan kinerja keuangan. Sepanjang 2025, salah satu produsen rokok raksasa di Tanah Air itu membukukan laba bersih sebesar Rp1,56 triliun, naik hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp981 miliar.

Peningkatan kinerja tersebut terutama didorong oleh efisiensi, termasuk pada beban pokok pendapatan (COGS) dan beban usaha, sehingga mendorong ekspansi margin.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (31/3/2026), pendapatan Gudang Garam mengalami penurunan 9,4 persen dari Rp98,6 triliun menjadi Rp89,4 triliun. 

Segmen rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang mendominasi penjualan tercatat melemah 8,3 persen menjadi Rp79,4 triliun. Porsi rokok SKM mencapai 88,9 persen terhadap total penjualan.

Sementara itu, rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) juga turun 15,3 persen menjadi Rp7,9 triliun. Sementara segmen lainnya juga menurun, termasuk konstruksi dari Rp1,6 triliun menjadi Rp821 miliar.

Dari sisi profibilitas, laba bruto perseroan terkoreksi 4 persen menjadi Rp8,9 triliun, lebih rendah dibandingkan laju penurunan pendapatan imbas COGS yang lebih rendah. Alhasil, margin ikut membaik dari 9,5 persen menjadi 10 persen.

Penurunan COGS ini terutama berasal dari pembayaran pajak rokok, termasuk pita cukai yang lebih rendah. Pembayaran pita cukai, PPN, dan pajak rokok perseroan pada 2025 mencapai Rp64,8 triliun, turun 12 persen secara tahunan.

Laba usaha juga naik 48,8 persen menjadi Rp2,8 triliun sejalan dengan beban usaha yang turun 13,8 persen menjadi Rp6,6 triliun. Pendapatan lainnya juga naik 152 persen menjadi Rp468 miliar, sehingga ikut mendongkrak laba usaha.

Adapun arus kas bersih dari aktivitas operasional juga tercatat naik 78 persen menjadi Rp11,6 triliun meski penerimaan kas dari pelanggan turun 9,3 persen menjadi Rp88,5 triliun. 

Kenaikan cashflow ini imbas penurunan pada pembayaran kas kepada pemasok. Sepanjang 2025, Gudang Garam menghabiskan belanja modal sebesar Rp2,48 triliun.

Dari sisi neraca, kas dan setara kas perseroan stabil di kisaran Rp3,6 triliun dengan persediaan turun 17,5 persen menjadi Rp33,4 triliun. Total aset juga turun 12 persen menjadi Rp75,2 triliun.

Gudang Garam juga mencatat perbaikan liabilitas, terutama akibat pembayaran utang bank jangka pendek sehingga tersisa Rp762 miliar dari sebelumnya Rp9,4 triliun. Total liabilitas turun 43 persen menajdi Rp12,7 triliun.

Ekuitas tumbuh tipis 1 persen menjadi Rp62,6 triliun hingga akhir 2025 dengan saldo laba yang belum dicadangkan sebesar Rp61,4 triliun.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE