MARKET NEWS

Habiskan Anggaran Rp500 Miliar, Tengok Hasil Renovasi Depo Lokomotif Cipinang

Aditya Pratama 20/03/2021 17:49 WIB

Depo yang dibangun oleh Kemenhub dan dilaksanakan oleh PPK Paket B pada 2016 ini merupakan depo terbesar dan menghabiskan anggaran hingga Rp500 miliar.

Habiskan Anggaran Rp500 Miliar, Tengok Hasil Renovasi Depo Lokomotif Cipinang. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Dioperasikan sejak 2020, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan dalam kunjungan ke Depo Lokomotif Cipinang, Jakarta Timur, bahwa depo yang dibangun oleh Kemenhub dan dilaksanakan oleh PPK Paket B pada 2016 ini merupakan depo terbesar dan menghabiskan anggaran hingga Rp500 miliar.

"Ini depo cipinang adalah depo paling besar sekarang ini. Kami mendapatkan uang fiskal hampir Rp500 miliar untuk ini saja," ujar Budi Karya di sela-sela kunjungan ke Depo Lokomotif Cipinang, Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

Dengan anggaran sebesar itu, dia juga meminta Direktur Jenderal Perkeretaapian untuk memfinalisasi Depo Lokomotif Cipinang agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal. Sebab, menurutnya ukuran keselamatan diukur dari depo terlebih dahulu.

"Di depo ini ada yang setiap hari kita kontrol. Ada yang setiap pekan, bulanan, enam bulanan, sehingga lokomotif, gerbong dalam keadaan fit. Setelah dinyatakan ini fit, baru bisa beroperasi," kata dia.

Diungkapkan Budi bahwa Depo Lokomotif Cipinang merupakan hasil kolaborasi dengan Stasiun Manggarai dan Cipinang, dimana sebelumnya depo terdapat di beberapa tempat namun saat ini disatukan. 

"Model yang kita lakukan di sini adalah satu model yang ideal yang bisa kita lakukan tidak hanya di Jakarta tapi juga di Surabaya, sehingga kita punya beberapa depo," ucapnya.

Sejatinya, ungkap Budi, Kementerian Perhubungan intensif memikirkan apa yang ada di moda transportasi kereta api agar lebih safe, lebih cepat, dengan harga terjangkau. "Hari ini bisa dilihat lokomotif harian dan lokomotif bulanan lengkap dan sangat bersih. Mari kita bangun Kereta Api, Kereta Api menjadi satu hal yang banggakan bangsa Indonesia," tuturnya. (FHM)

SHARE