MARKET NEWS

Harga CPO Berbalik Melemah, Pasar Cermati Data Penting

TIM RISET IDX CHANNEL 10/02/2026 16:37 WIB

arga minyak sawit mentah (CPO) menghapus kenaikan awal dan berbalik melemah pada Selasa (10/2/2026), seiring rilis data Malaysian Palm Oil Board (MPOB).

Harga CPO Berbalik Melemah, Pasar Cermati Data Penting. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menghapus kenaikan awal dan berbalik melemah pada Selasa (10/2/2026), seiring rilis data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang diumumkan saat jeda perdagangan tengah hari.

Sentimen pasar juga tertekan oleh pelemahan minyak nabati pesaing di bursa Dalian.

Kontrak berjangka (futures) CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,37 persen ke level 4.105 ringgit Malaysia per ton pada 16.13 WIB.

Pelaku pasar cenderung berhati-hati menanti data MPOB Januari yang dirilis saat jeda perdagangan.

Data tersebut menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada Januari turun 7,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 2,82 juta ton metrik, menurut otoritas industri pada Selasa.

Survei Reuters sebelumnya memperkirakan persediaan berada di level 2,91 juta ton, dengan produksi sebesar 1,61 juta ton dan ekspor mencapai 1,42 juta ton.

Di pasar Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif turun 0,2 persen, sementara kontrak minyak sawit melemah 0,69 persen.

Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru naik tipis 0,14 persen.

Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, perkebunan kelapa sawit Malaysia yang menua diperkirakan meningkat menjadi 2 juta hektare pada 2027 dari sekitar 1,7 juta hektare saat ini.

Kondisi ini diperkirakan menekan produksi dari negara produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia tersebut.

Dari sisi permintaan, konsumsi minyak sawit India diperkirakan pulih tahun ini seiring turunnya harga, meski persaingan dengan minyak kedelai asal China sebagai alternatif diperkirakan membatasi pertumbuhan.

Permintaan minyak sawit China diperkirakan terus menurun tahun ini, seiring peralihan ke minyak kanola dan minyak kedelai yang lebih murah, menurut para trader dan analis minyak sawit. (Aldo Fernando)

SHARE