Harga CPO Melemah, Tertekan Minyak Nabati dan Minyak Mentah
Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada Senin (26/10/2026), membalikkan kenaikan sebelumnya.
IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada Senin (26/10/2026), membalikkan kenaikan sebelumnya di tengah pelemahan harga minyak sawit di Dalian dan minyak kedelai di Chicago.
Berdasarkan data pasar, harga CPO turun 0,46 persen menjadi 4.796 ringgit per ton hingga pukul 15.54 WIB.
Penurunan harga minyak mentah turut menekan CPO karena mengurangi daya tarik relatif minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.
Selain itu, permintaan dari sektor pangan yang melunak di tengah tekanan inflasi yang masih berlanjut turut membebani sentimen pasar.
Namun, pelemahan harga CPO tertahan oleh kuatnya ekspor.
Mengutip Trading Economics, lembaga survei kargo melaporkan kenaikan pengiriman minyak sawit Malaysia sebesar 58,5-78,4 persen pada periode 1-20 Oktober dibandingkan periode yang sama pada September.
Permintaan untuk memenuhi kebutuhan menjelang festival di India, importir minyak sawit terbesar di dunia, juga memberikan dukungan tambahan terhadap harga.
Untuk November, Dewan Minyak Sawit Malaysia (Malaysian Palm Oil Council) memperkirakan harga CPO bertahan di atas 4.600 ringgit per ton.
India dan China berpotensi beralih ke minyak sawit di tengah perkiraan pengetatan pasokan minyak bunga matahari dan minyak kedelai.
Dalam jangka panjang, penerapan mandat biodiesel B50 di Indonesia diperkirakan menopang permintaan CPO.
Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi minyak sawit di Indonesia sebagai negara produsen terbesar di dunia. (Aldo Fernando)