MARKET NEWS

Harga CPO Melonjak 2 Persen, Ditopang Minyak Mentah dan Pelemahan Ringgit

TIM RISET IDX CHANNEL 18/05/2026 15:27 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin (18/5/2026) dan mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 30 Maret.

Harga CPO Melonjak 2 Persen, Ditopang Minyak Mentah dan Pelemahan Ringgit. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin (18/5/2026) dan mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak 30 Maret.

Penguatan ditopang kenaikan minyak sawit Dalian, minyak kedelai Chicago, serta harga minyak mentah dunia, sementara pelemahan ringgit turut menopang harga.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 2,56 persen menjadi 4.533 ringgit Malaysia per ton pada pukul 15.03 WIB. Kenaikan ini memperpanjang penguatan untuk hari kedua berturut-turut.

Meski demikian, kontrak tersebut turun 1,89 persen pekan lalu, sekaligus mencatat pelemahan mingguan ketiga secara beruntun.

Seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan, seperti dikutip Reuters, penguatan harga minyak mentah, kenaikan signifikan minyak kedelai Chicago, dan pelemahan ringgit menjadi faktor utama yang mengangkat pasar.

Selain itu, rebound teknikal setelah penurunan harga sebelumnya turut memberikan dukungan.

Harga minyak dunia melanjutkan kenaikan setelah upaya mengakhiri perang Iran dinilai menemui jalan buntu, menyusul serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab (UEA).

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diperkirakan membahas opsi militer terhadap Iran.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi pilihan bahan baku biodiesel yang lebih menarik.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,07 persen, sedangkan kontrak minyak sawitnya naik 1,26 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade menguat 1,14 persen.

Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Malaysia menurunkan harga referensi minyak sawit mentah untuk Juni ke level yang mempertahankan bea ekspor di 10 persen.

Ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1-15 Mei diperkirakan turun 16,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya, berdasarkan data perusahaan inspeksi AmSpec Agri Malaysia.

Ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,71 persen terhadap dolar AS sehingga membuat komoditas tersebut lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing. (Aldo Fernando)

SHARE