MARKET NEWS

Harga CPO Naik 2 Persen, Ditopang Minyak Nabati

TIM RISET IDX CHANNEL 01/09/2026 15:45 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat 2 persen pada perdagangan Selasa (1/9/2026), didorong kenaikan harga minyak nabati pesaing dan minyak mentah.

Harga CPO Naik 2 Persen, Ditopang Minyak Nabati. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat 2 persen pada perdagangan Selasa (1/9/2026), didorong kenaikan harga minyak nabati pesaing dan minyak mentah.

Sentimen positif tersebut mampu mengimbangi tekanan dari data survei kargo yang menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia melambat pada Agustus.

Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 2 persen menjadi 4.992 ringgit Malaysia per ton pada 15.15 WIB.

Penguatan ini memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut.

Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengatakan kontrak minyak sawit mentah menguat setelah harga minyak kedelai di Chicago serta kontrak olein sawit dan minyak kedelai di China naik selama perdagangan Asia. Kenaikan harga energi juga turut memberikan dukungan.

“Pasar juga diuntungkan oleh pelebaran diskon harga minyak sawit terhadap gasoil. Saat ini, pasar tampaknya mengabaikan lemahnya ekspor minyak sawit Malaysia pada Agustus serta belum adanya penurunan produksi yang signifikan,” kata Bagani, seperti dikutip Reuters.

Lembaga survei kargo Intertek Testing Services memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada Agustus turun 14,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, AmSpec Agri Malaysia diperkirakan merilis estimasinya pada hari yang sama.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 1,01 persen, sedangkan kontrak minyak sawit menguat 1,07 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga melonjak 2,33 persen.

Harga minyak sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.

Di sisi lain, harga minyak mentah naik sekitar USD1 setelah kembali pecahnya pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah memicu kekhawatiran baru mengenai potensi gangguan pasokan dari salah satu kawasan produsen minyak mentah utama dunia.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Indonesia telah menetapkan harga referensi minyak sawit mentah atau CPO untuk September sebesar USD1.007,51 per ton, berdasarkan regulasi Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, India berpotensi menerima curah hujan monsun di bawah rata-rata pada September setelah curah hujan sepanjang Agustus tercatat 16 persen di bawah kondisi normal, menurut badan meteorologi setempat pada Senin.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap hasil panen dan pertumbuhan ekonomi negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia tersebut. (Aldo Fernando)

SHARE