MARKET NEWS

Harga CPO Naik, DSNG Raup Laba Bersih Rp1,82 Triliun Sepanjang 2025

Desi Angriani 31/03/2026 12:17 WIB

Capaian tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan serta membaiknya harga jual rata-rata, khususnya pada komoditas kelapa sawit.

Harga CPO Naik, DSNG Raup Laba Bersih Rp1,82 Triliun Sepanjang 2025 (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan laba bersih sebesar Rp1,82 triliun pada 2025, naik 60,2 persen dari periode sebelumnya Rp1,14 triliun.

Capaian tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan serta membaiknya harga jual rata-rata, khususnya pada komoditas kelapa sawit.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo menyebut, keterbatasan pasokan global turut andil dalam menjaga stabilitas harga crude palm oil (CPO) sepanjang 2025..

"Produksi CPO di negara eksportir utama seperti indonesia dan Malaysia masih terbatas, sementara permintaan global tetap kuat. Di sisi domestik, implementasi kebijakan B40 juga turut menjaga stabilitas permintaan sehingga harga CPO tetap berada pada tingkat yang kondusif bagi industri," ujar Andrianto dalam keterangan, Selasa (31/3/2026).

Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan penerimaan sebesar Rp12,3 triliun, atau naik 21,7 persen dari Rp10,1 trilun pada 2024.

Adapun segmen kelapa sawit tetap menjadi kontributor utama dengan porsi sebesar 88 persen terhadap total pendapatan. Segmen ini mencatatkan penjualan sebesar Rp10,8 triliun, tumbuh 23,5 persen sejalan dengan peningkatan harga rata-rata penjualan CPO sebesar 13,2 persen menjadi Rp14,474/kg.

Dari sisi operasional, produksi Tandan Buah Segar (TBS) meningkat 3,8 persen menjadi 2,19 juta ton, dibandingkan 2,11 juta ton pada tahun sebelumnya.

Produksi CPO meningkat sebesar 4,9 persen menjadi 631 ribu ton, sedangkan produksi palm kernel (PK) naik 4,5 persen menjadi 119 ribu ton.

Perseroan juga berhasil menjaga tingkat Free Fatty Acid (FFA) CPO pada kisaran 39 persen, yang mencerminkan konsistensi dalam menjaga kualitas produk.

Pada segmen usaha produk kayu (wood products), perseroan mencatatkan kinerja yang membaik dengan penjualan mencapai Rp1,2 triliun, meningkat 7,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,1 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan produk panel kayu dan engineered flooring masing-masing sebesar 7,1 persen dan 1 persen, yang turut diikuti kenaikan harga jual rata-rata sebesar 3,9 persen dan 4,2 persen.

Sementara itu, segmen energi terbarukan (renewable energy/RE) juga menunjukkan peningkatan kontribusi dengan pendapatan sebesar Rp226 miliar, naik dari Rp182,8 miliar pada tahun sebelumnya.

Per 31 Desember 2025, total aset perseroan tercatat sebesar Rp17,6 triliun, meningkat 1,2 persen. Jumlah liabilitas turun menjadi Rp6 triliun, seiring berkurangnya utang bank, sehingga ekuitas meningkat menjadi Rp11,6 triliun.

(DESI ANGRIANI)

SHARE