MARKET NEWS

Harga CPO Rebound, Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Kedua

TIM RISET IDX CHANNEL 13/03/2026 16:35 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Jumat (13/3/2026) dan bersiap mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

Harga CPO Rebound, Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Kedua. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Jumat (13/3/2026) dan bersiap mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut, didorong penguatan minyak nabati pesaing di pasar Dalian.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,18 persen menjadi 4.549 ringgit Malaysia per ton pada pukul 16.05 WIB. Secara mingguan, kontrak ini telah menguat sekitar 4,19 persen.

Di pasar China, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange naik 1,27 persen pada Jumat, sementara kontrak minyak sawitnya menguat 1,34 persen.

Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melemah tipis 0,04 persen.

Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, harga minyak mentah menuju kenaikan mingguan meskipun Amerika Serikat (AS) mencoba meredakan kekhawatiran pasokan dengan menerbitkan lisensi 30 hari bagi sejumlah negara untuk membeli minyak Rusia dan produk minyak bumi yang tertahan di laut.

Dari sisi kebijakan energi, seperti dikutip Reuters, asosiasi produsen biofuel Indonesia Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menyatakan uji jalan untuk campuran biodiesel berbasis sawit 50 persen (B50) diperkirakan selesai tidak lebih cepat dari target sebelumnya yang ditetapkan Kementerian ESDM, yakni sekitar Juni atau Juli.

Di sektor produksi, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan produksi CPO Indonesia mencapai 51,66 juta ton pada 2025, naik 7,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Permintaan dari India juga meningkat.

Impor minyak sawit negara tersebut melonjak 11 persen pada Februari ke level tertinggi dalam enam bulan, seiring diskon harga yang lebih lebar dibanding minyak nabati pesaing sehingga mendorong penyuling meningkatkan pembelian dan menekan impor minyak bunga matahari.

Sementara itu, Malaysia menaikkan harga referensi CPO untuk April, yang otomatis meningkatkan bea keluar menjadi 9,5 persen, berdasarkan surat edaran di situs Malaysian Palm Oil Board (MPOB). (Aldo Fernando)

SHARE