MARKET NEWS

Harga CPO Turun Lebih dari 2 Persen Sepekan

TIM RISET IDX CHANNEL 12/09/2026 10:15 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah sepanjang pekan ini, dengan kontrak acuan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange terkoreksi 2,33 persen.

Harga CPO Turun Lebih dari 2 Persen Sepekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah sepanjang pekan ini, dengan kontrak acuan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange terkoreksi 2,33 persen.

Kenaikan persediaan minyak sawit Malaysia menjadi salah satu beban utama, meski kekhawatiran terhadap ketatnya pasokan ke depan dan lonjakan harga minyak mentah membantu menahan tekanan.

Pada perdagangan Jumat (11/9/2026), kontrak CPO untuk pengiriman November kembali ditutup melemah 1,45 persen ke level 4.814 ringgit Malaysia per metrik ton.

Penurunan tersebut sekaligus menghapus penguatan pada awal sesi dan memperpanjang tren pelemahan CPO sepanjang pekan.

Kinerja tersebut berbalik dari pekan sebelumnya, ketika kontrak CPO masih menguat 0,72 persen.

Tekanan terhadap CPO terutama berasal dari kenaikan persediaan minyak sawit Malaysia yang mencapai level tertinggi dalam delapan bulan pada Agustus.

Kondisi tersebut terjadi ketika produksi melonjak ke level tertinggi sejak Desember, sementara ekspor mengalami penurunan, berdasarkan data regulator industri yang dirilis Kamis (10/9).

Menurut laporan riset CIMB Securities, kenaikan persediaan yang lebih besar dari perkiraan mencerminkan ketidakseimbangan yang semakin lebar antara pemulihan produksi secara musiman dan permintaan ekspor yang melunak.

“Kenaikan level stok dapat membatasi ruang kenaikan harga CPO dalam jangka pendek, meski tekanan penurunan kemungkinan tetap tertahan jika tekanan biologis pada tanaman terus membatasi pertumbuhan produksi,” tulis CIMB Securities dalam risetnya, seperti dikutip Reuters.

CIMB memperkirakan produksi CPO masih akan kuat secara musiman dalam beberapa bulan mendatang. Namun, pemulihan ekspor yang signifikan menjadi faktor penting untuk mencegah persediaan kembali meningkat.

Data surveyor kargo juga menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1–10 September diperkirakan turun antara 11,7 persen hingga 17,5 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Di tengah tekanan tersebut, kenaikan harga minyak mentah memberikan sedikit penopang bagi CPO. Harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI) mengakhiri pekan di atas USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak pertengahan Mei, seiring meningkatnya serangan di jalur pelayaran utama Timur Tengah yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan berkepanjangan.

Harga minyak mentah yang lebih tinggi membuat minyak sawit relatif lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Namun, pergerakan minyak nabati pesaing masih membatasi ruang penguatan CPO. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,44 persen, sedangkan kontrak palm oil di bursa yang sama turun 0,79 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melemah 0,43 persen.

Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena komoditas-komoditas tersebut saling bersaing untuk merebut pangsa pasar minyak nabati global. (Aldo Fernando)

SHARE