Harga CPO Turun, Permintaan Ekspor Lemah
Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada Selasa (9/6/2026) setelah menguat pada sesi sebelumnya.
IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada Selasa (9/6/2026) setelah menguat pada sesi sebelumnya, tertekan oleh permintaan ekspor yang masih lesu dan terus membebani pasar.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives turun 1,18 persen menjadi 4.521 ringgit Malaysia per ton pada pukul 16.07 WIB.
Direktur broker Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, mengatakan pasar masih berada dalam ketidakpastian, terjepit antara lemahnya permintaan dan tanda-tanda awal pemulihan produksi pada Juni.
Ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,27 persen terhadap dolar AS pada Selasa setelah sebelumnya melemah ke level terendah sejak 13 Januari.
“Ringgit yang lebih lemah memang memberikan sedikit dukungan, tetapi tidak dapat menjadi penyangga jangka panjang. Permintaan riil harus mulai muncul sebelum pasar memasuki periode puncak produksi pada kuartal ketiga,” ujarnya, sebagaimana dikutip Reuters.
Lembaga survei kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada Mei turun antara 8,8 persen hingga 15,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, Malaysian Palm Oil Board (MPOB) diperkirakan merilis data bulanan pasokan dan permintaan pada Rabu.
Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,98 persen, sedangkan kontrak minyak sawit Dalian melemah 1,27 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga turun 0,63 persen.
Minyak sawit umumnya mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Sementara itu, harga minyak mentah turun dan menghapus sebagian besar kenaikan pada sesi sebelumnya setelah Iran dan Israel menyatakan telah menghentikan serangan satu sama lain menyusul seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Meski demikian, kedua pihak memperingatkan bahwa permusuhan dapat kembali terjadi sewaktu-waktu.
Pelemahan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)