MARKET NEWS

Harga CPO Turun, Tertekan Pelemahan Harga Minyak Nabati

TIM RISET IDX CHANNEL 24/08/2026 15:32 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) turun pada perdagangan Senin (24/8/2026), mengakhiri tren penguatan selama lima hari berturut-turut.

Harga CPO Turun, Tertekan Pelemahan Harga Minyak Nabati. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) turun pada perdagangan Senin (24/8/2026), mengakhiri tren penguatan selama lima hari berturut-turut.

Pelemahan dipicu turunnya harga minyak kedelai serta ekspektasi berkurangnya permintaan biofuel di Amerika Serikat (AS).

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives turun 1,43 persen menjadi 4.940 ringgit Malaysia per ton pada pukul 14.58 WIB.

Harga CPO sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak Desember 2024. Namun, harga kemudian terkoreksi setelah minyak kedelai di Chicago mengalami penurunan tajam.

Seorang trader di Kuala Lumpur mengatakan sentimen pasar tertekan setelah Badan Perlindungan Lingkungan AS (Environmental Protection Agency/EPA) mengisyaratkan rencana memperpanjang tenggat 1 September bagi perusahaan pengolah minyak untuk memenuhi ketentuan pencampuran biofuel di AS.

"Kontrak minyak kedelai Desember di Chicago turun lebih dari 2 persen dalam perdagangan semalam pada Jumat dan kembali melemah 2,7 persen pada Senin, sehingga menekan sentimen secara keseluruhan," ujar trader tersebut, dikutip Reuters.

Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade tercatat turun 2,73 persen.

Pergerakan CPO turut mengikuti harga minyak nabati pesaing karena keduanya bersaing untuk mendapatkan pangsa di pasar minyak nabati global.

Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai yang paling aktif turun 0,15 persen, sedangkan kontrak minyak sawit naik 0,3 persen.

Selain minyak nabati, pergerakan harga minyak mentah turut membebani CPO.

Harga minyak turun lebih dari USD1 per barel karena investor melakukan aksi ambil untung menjelang pengumuman dari Washington mengenai kemungkinan pemberlakuan sanksi tambahan terhadap Iran, yang dapat kembali mengganggu pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Penurunan harga minyak mentah membuat CPO menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Sementara itu, ringgit Malaysia yang menjadi mata uang perdagangan CPO melemah 0,07 persen terhadap dolar AS.

Pelemahan ringgit membuat harga komoditas tersebut sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. (Aldo Fernando)

SHARE