Harga CPO Turun, Tertekan Pelemahan Minyak Nabati dan Profit Taking
Harga minyak sawit mentah (CPO) turun pada perdagangan Rabu (12/8/2026), setelah mencatat kenaikan dalam dua hari sebelumnya.
IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) turun pada perdagangan Rabu (12/8/2026), setelah mencatat kenaikan dalam dua hari sebelumnya.
Penurunan terjadi seiring pelemahan harga minyak nabati di Dalian serta aksi ambil untung, sementara selisih harga yang semakin tipis dengan minyak kedelai turut membebani CPO.
Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,16 persen menjadi 4.693 ringgit Malaysia per metrik ton hingga pukul 16.13 WIB.
"Kenaikan CPO berjangka dari awal pekan mulai terpangkas karena aksi ambil untung, sementara minyak kedelai terus diperdagangkan dengan selisih harga yang relatif lebih tipis terhadap minyak sawit," kata Anilkumar Bagani, kepala riset perusahaan broker minyak nabati Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, dikutip Reuters.
Menurut dia, pelemahan kontrak minyak sawit olein di Dalian selama perdagangan Asia turut menekan harga CPO.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,02 persen, sedangkan kontrak minyak sawit melemah 0,52 persen.
Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0,44 persen.
Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena keduanya bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Dari sisi pasokan, SD Guthrie, salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia, pada Selasa (11/8) menyatakan produksi diperkirakan terdampak pada 2027 dan 2028 akibat fenomena El Niño yang membawa cuaca lebih kering dan panas.
Di sisi lain, harga minyak mentah naik pada Rabu pagi seiring meningkatnya keraguan terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Serangan terhadap dua kapal juga memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah, meski data industri menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) meningkat.
Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO relatif lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)