MARKET NEWS

Harga Emas Catat Penurunan Kuartalan Terburuk dalam 13 Tahun

TIM RISET IDX CHANNEL 01/07/2026 07:06 WIB

Harga emas dunia turun pada Selasa (30/6/2026) dan mencatat penurunan kuartalan terdalam dalam 13 tahun terakhir.

Harga Emas Catat Penurunan Kuartalan Terburuk dalam 13 Tahun. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia turun pada Selasa (30/6/2026) dan mencatat penurunan kuartalan terdalam dalam 13 tahun terakhir.

Kekhawatiran terhadap inflasi akibat konflik di Timur Tengah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat kembali menaikkan suku bunga.

Harga emas spot melemah 0,23 persen menjadi USD4.007,52 per troy ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak November. Sepanjang Juni, harga emas telah terkoreksi 11,74 persen.

Penurunan tersebut membuat emas membukukan pelemahan kuartalan pertama sejak 2024 sekaligus penurunan terbesar sejak kuartal II-2013. Saat itu, konflik di kawasan Teluk memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi.

Meski emas kerap dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil.

"Pasar sedikit khawatir mengenai seberapa stabil nota kesepahaman (MOU) tersebut. Tekanan terhadap emas muncul karena investor belum melihat banyak titik terang di ujung jalan," kata Analis Marex Edward Meir, dikutip Reuters.

Utusan utama Amerika Serikat (AS) yang tiba di Doha tidak akan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Iran, menurut seorang pejabat Qatar.

Kondisi tersebut menimbulkan keraguan terhadap kemajuan upaya mencapai penghentian perang Iran secara permanen.

"Data inflasi AS masih menunjukkan tekanan dan berada jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen. Pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama dan bahkan dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga tambahan," ujar Meir.

Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 67 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September.

Investor selanjutnya akan mencermati data ketenagakerjaan ADP yang dirilis Rabu serta laporan nonfarm payrolls AS pada Kamis untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Di sisi lain, survei OMFIF menunjukkan bank sentral global semakin mungkin mengurangi eksposur terhadap dolar AS dalam satu dekade mendatang akibat meningkatnya risiko geopolitik. Pada saat yang sama, bank sentral diperkirakan meningkatkan kepemilikan emas dalam jangka pendek.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 1,9 persen menjadi USD59,42 per troy ons. Namun, perak mencatat penurunan kuartalan terburuk sejak kuartal I-2020.

Harga platinum turun 1,6 persen menjadi USD1.549,47 per troy ons, sementara paladium melemah 0,6 persen menjadi USD1.206,17 per ons. Kedua logam tersebut mencatat penurunan secara bulanan maupun kuartalan. (Aldo Fernando)

SHARE