Harga Emas dan Perak Jatuh Lagi usai Margin CME Dinaikkan
Harga emas dan perak melanjutkan penurunan pada Senin (2/2/2026), seiring kenaikan persyaratan margin di CME Group yang memperparah aksi jual tajam.
IDXChannel - Harga emas dan perak melanjutkan penurunan pada Senin (2/2/2026), seiring kenaikan persyaratan margin di CME Group yang memperparah aksi jual tajam pekan lalu setelah pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya.
Emas spot turun 4,79 persen ke USD4.661,05 per troy ons, setelah sempat anjlok hampir 10 persen lebih awal dalam sesi.
Logam mulia tersebut sudah merosot 9,8 persen pada Jumat dan telah kehilangan sekitar USD900 dari rekor tertingginya pada 29 Januari di USD5.594,82 per ons, sehingga menghapus sebagian besar kenaikan sepanjang tahun ini.
“Emas dan perak sedang berada di lintasan rollercoaster. Ketika Anda sudah sampai di puncak tanjakan, gravitasi mengambil alih dan Anda meluncur turun,” ujar analis SP Angel, John Meyer, dikutip dari Reuters.
Perak spot jatuh 9,2 persen ke USD76,81 per troy ons, setelah sebelumnya sempat merosot hingga 15 persen dalam sesi yang sama. Sejak menyentuh rekor tertinggi USD121,64 per ons pekan lalu, harga perak telah turun sekitar 37 persen.
Meski terjadi aksi jual besar-besaran, para analis mengingatkan agar pergerakan ini tidak langsung dibaca sebagai awal tren penurunan berkepanjangan.
“Kondisinya belum tampak siap untuk pembalikan arah harga emas yang berkelanjutan,” kata analis logam mulia Deutsche Bank, Michael Hsueh, dalam sebuah catatan.
Ia menambahkan investor masih sangat agresif memburu potensi kenaikan, yang mengindikasikan volatilitas berlanjut, bukan runtuhnya sentimen.
CME Group pada Jumat mengatakan akan menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka logam mulia, dengan perubahan tersebut berlaku setelah penutupan pasar pada Senin.
Analis juga menilai kejatuhan harga yang tajam telah mendorong keluar banyak trader spekulatif yang sebelumnya masuk saat reli, sehingga membantu mendinginkan pasar dan mengurangi spekulasi berlebihan.
“Kami melihat ada arus dana keluar dari ETF dan kami menduga sejumlah hedge fund yang berani mengambil alih posisi tersebut,” tutur Meyer.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) melanjutkan penguatan hingga mencapai level tertinggi lebih dari satu pekan, membuat harga emas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Presiden AS Donald Trump pada Jumat mencalonkan mantan pejabat The Fed Kevin Warsh untuk menggantikan Jerome Powell pada Mei, dengan pasar memperkirakan kebijakan yang lebih condong ke pemangkasan suku bunga disertai pengetatan neraca.
Sementara itu, harga platinum spot turun 3,3 persen ke USD2.091,38 per ons, sedangkan palladium melemah 1,4 persen ke USD1.673,70 per ons. (Aldo Fernando)