Harga Emas Dekati Level Terendah 2 Pekan, Dibayangi Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga emas dunia melemah pada Senin (31/8/2026) dan bergerak di dekat level terendah dalam dua pekan.
IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada Senin (31/8/2026) dan bergerak di dekat level terendah dalam dua pekan.
Pasar mencermati meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah komentar hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh, sementara lonjakan harga minyak turut memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi.
Harga emas spot turun 0,13 persen menjadi USD4.449,24 per troy ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 19 Agustus.
Meski demikian, emas mencatatkan kinerja bulanan terbaik sejak Januari, dengan kenaikan sekitar 9,99 persen sepanjang Agustus.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 1,1 persen dan ditutup di USD4.481,50 per ons.
"Alasan terbesar saat ini adalah suku bunga yang lebih tinggi dan ekspektasi inflasi yang meningkat, yang didorong oleh sektor energi serta penurunan persediaan minyak," kata senior market strategist StoneX, Daniel Pavilonis, dikutip Reuters.
"Imbal hasil obligasi AS terus menguat dan dolar juga terus menguat. Saya pikir kondisi itu membuat posisi emas menjadi rentan," imbuh dia.
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 2 persen pada Senin setelah Amerika Serikat (AS) menyerang sebuah pulau Iran di Selat Hormuz dan Teheran menyatakan telah memberikan respons. Eskalasi tersebut memperburuk konflik yang kini telah memasuki bulan keenam.
Di sisi lain, dolar AS masih bertahan di dekat level tertinggi dalam sekitar dua pekan. Namun, sedikit pelemahan dolar membantu membatasi penurunan harga emas lebih lanjut.
Harga emas anjlok lebih dari 3 persen pada Jumat, menjadi penurunan harian terdalam sejak 10 Juni.
Pelemahan terjadi setelah Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole mengisyaratkan bahwa pembuat kebijakan mungkin perlu mengambil langkah lebih lanjut apabila inflasi tidak kembali menuju target 2 persen.
Pelaku pasar pun meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada September menjadi sekitar 64 persen, dari sekitar 36 persen sebelum komentar Warsh, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Selanjutnya, pasar menantikan laporan ketenagakerjaan ADP AS serta data nonfarm payrolls yang akan dirilis pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi dan arah suku bunga.
Sementara itu, harga perak spot turun 0,2 persen menjadi USD66,24 per troy ons.
Meski melemah, harga perak masih naik sekitar 15 persen sepanjang Agustus setelah menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Juni pada Jumat. (Aldo Fernando)