MARKET NEWS

Harga Emas Dekati Level Tertinggi 2 Pekan, Saham ANTM-ARCI Cs Menguat

TIM RISET IDX CHANNEL 22/07/2026 09:27 WIB

Saham emiten tambang emas bergerak menguat pada perdagangan Rabu (22/7/2026), seiring reli harga emas dunia yang mendekati level tertinggi dalam hampir 2 pekan.

Harga Emas Dekati Level Tertinggi 2 Pekan, Saham ANTM-ARCI Cs Menguat. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham emiten tambang emas bergerak menguat pada perdagangan Rabu (22/7/2026), seiring reli harga emas dunia yang mendekati level tertinggi dalam hampir dua pekan di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.18 WIB, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 3,92 persen ke Rp3.180 per unit.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 3,68 persen ke Rp2.820 per unit, sedangkan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melonjak 3,67 persen menjadi Rp1.130 per unit.

Penguatan juga terjadi pada PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 2,06 persen, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 1,75 persen, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) bertambah 0,46 persen.

Di sisi lain, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bergerak berlawanan dengan melemah 0,81 persen.

Sentimen positif datang dari pasar global.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,9 persen menjadi USD4.113,73 per troy ons pada perdagangan Asia, Rabu pagi, dan sempat menyentuh level tertinggi sejak 10 Juli.

Kenaikan harga emas didorong aksi beli teknikal serta meningkatnya minat terhadap aset safe haven di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Ketegangan meningkat setelah dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah menyusul ancaman serangan dari kelompok Houthi yang didukung Iran.

Kondisi tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap gangguan jalur pelayaran di salah satu rute energi paling penting di dunia.

Meski demikian, upaya diplomasi masih terus berlangsung.

Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni mengunjungi Pakistan dan meminta Islamabad melanjutkan perannya sebagai mediator untuk meredakan konflik.

Di saat yang sama, harga minyak dunia melonjak lebih dari 1 persen dan diperdagangkan di dekat level tertinggi dalam enam pekan, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menantikan rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan depan untuk mencari petunjuk arah suku bunga Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan jajak pendapat Reuters, mayoritas ekonom memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya sepanjang sisa 2026 guna memastikan inflasi kembali menuju target.

Suku bunga yang stabil berpotensi menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE