Harga Emas di Bawah USD4.000, Simak Proyeksi Pekan Ini
Harga emas dunia diproyeksikan bergerak beragam pada pekan ini setelah anjlok tajam dan menembus level psikologis USD4.000 per troy ons.
IDXChannel - Harga emas dunia diproyeksikan bergerak beragam pada pekan ini setelah anjlok tajam dan menembus level psikologis USD4.000 per troy ons pada akhir pekan lalu.
Mengutip Kitco News, harga emas spot turun 0,71 persen pada Jumat (23/10/2026) pekan lalu menjadi USD3.995,81 per troy ons.
Harga emas juga sempat menyentuh level terendah harian USD3.975,65 per troy ons dan menembus level USD4.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juli.
Secara mingguan, harga emas turun 4,07 persen, menjadi penurunan mingguan terdalam sejak Juni 2026.
Survei Emas Kitco News menunjukkan sentimen analis mulai memburuk setelah harga emas jatuh tajam di bawah USD4.000 per troy ons.
Dari 17 analis yang berpartisipasi, sebanyak empat analis atau 24 persen memperkirakan harga emas naik pada pekan ini.
Sementara itu, tujuh analis atau 41 persen memperkirakan harga emas kembali turun.
Enam analis lainnya atau 35 persen memperkirakan harga emas bergerak mendatar atau mengaku belum dapat menentukan arah pergerakan harga.
Di sisi lain, investor ritel masih menunjukkan sentimen yang lebih bullish.
Dari 161 suara dalam jajak pendapat daring Kitco, sebanyak 67 investor atau 42 persen memperkirakan harga emas naik pada pekan ini.
Sebanyak 41 investor atau 26 persen memperkirakan harga emas kembali melemah, sedangkan 53 investor atau 33 persen memperkirakan harga emas berkonsolidasi.
Presiden Adrian Day Asset Management, Adrian Day, memperkirakan harga emas masih mampu bertahan di sekitar USD4.000 per troy ons.
"Lebih banyak bergerak naik turun, tetapi saya masih berpikir USD4.000 akan bertahan, atau mungkin sedikit di bawahnya," ujar Day.
Senada, Senior Market Strategist Forex.com James Stanley mengatakan level USD4.000 sejauh ini masih mampu bertahan sebagai area support.
"Ujian USD4.000 sejauh ini berhasil dilewati. Meskipun mungkin diperlukan waktu sebelum arah pergerakan berubah, saya menilai USD4.000 masih menjadi level support yang kuat," kata Stanley.
Sementara itu, analis Checkan mengatakan dirinya tidak memperkirakan harga emas bertahan di bawah USD4.000 dalam waktu lama.
"Tanpa kejutan dari pengumuman suku bunga Federal Open Market Committee (FOMC) Rabu pekan ini, saya memperkirakan harga emas memantul dari level terendah ini karena investor yang memburu harga murah akan membeli emas sebanyak mungkin," ujarnya.
Presiden Phoenix Futures and Options Kevin Grady mengatakan harga emas masih bergerak berlawanan arah dengan suku bunga.
Namun, terdapat sejumlah faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan logam mulia tersebut.
Tekanan terhadap emas sebelumnya meningkat seiring kenaikan harga energi yang kembali memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Harga minyak Brent sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari lima bulan setelah serangan Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi.
Kekhawatiran inflasi tersebut dinilai dapat membatasi ruang bank sentral utama dunia untuk melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Pekan ini, perhatian investor emas akan tertuju pada keputusan kebijakan moneter sejumlah bank sentral utama, termasuk The Fed, European Central Bank (ECB), Bank of Canada, dan Bank of Japan (BoJ).
The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunganya pada Rabu (28/10), disusul keputusan ECB pada Kamis (29/10) dan BoJ pada akhir pekan.
Pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS), termasuk pesanan barang tahan lama, tingkat kepercayaan konsumen, penjualan rumah baru, produk domestik bruto (PDB) kuartal III, serta indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE). (Aldo Fernando)