Harga Emas Dunia Jatuh 17 Persen dari ATH, Simak Penyebabnya
Harga emas dunia mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir di tengah meluasnya eskalasi perang di Timur Tengah.
IDXChannel - Harga emas dunia mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir di tengah meluasnya eskalasi perang di Timur Tengah. Harga emas saat ini berada di level USD4.570 per ons, jatuh 17 persen dari level tertingginya (all-time high/ATH) USD5.410 per ons.
Koreksi signifikan tersebut terjadi dalam sepekan terakhir hingga 11 persen, menandai penurunan mingguan terbesar sejak 1983. Namun, jika ditarik dalam rentang yang lebih panjang, harga emas masih tercatat naik lebih dari 100 persen dalam satu tahun terakhir.
Penurunan harga emas yang selama ini dipandang sebagai safe haven asset menimbulkan tanda tanya di tengah perang antara Iran dan AS. Namun, ketidakpastian geopolitik itu menciptakan efek samping yang memicu peralihan dana.
AS dilaporkan mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah untuk melawan Iran. Hal ini memicu lonjakan harga minyak. Alhasil, inflasi berpotensi naik dalam beberapa waktu ke depan yang membuat bank sentral, The Federal Reserve menahan suku bunga.
Selain itu, dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah (US Treasury) juga meningkat sehingga membuat emas menjadi kurang menarik.
"Emas dan perak terseret turun ketika pasar khawatir menjelang akhir pekan. Dua Jumat terakhir terjadi reli minyak mentah, yang memicu lonjakan dolar AS dan aksi jual saham, obligasi, dan logam, yang sejak perang dimulai telah bergerak searah dengan aset lain," kata trader logam, Tai Wong kepada Reuters.
Menurut Wong, harga logam mulia tertekan karena pasar khawatir dengan potensi The Fed menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi lebih tinggi. Namun, dia menilai, harga emas ke depan berpotensi terkonsolidasi meski volatilitas masih terbuka.
Sejumlah bank sentral seperti European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) berpeluang menaikkan suku bunga acuan mulai April 2026. Sementara itu, The Fed menahan suku bunga pada Rabu lalu sekaligus mewanti-wanti potensi inflasi yang lebih tinggi.
Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan, arah kebijakan suku bunga ke depan dipengaruhi oleh ketidakpastian yang tinggi akibat perang.
Selain emas, harga perak juga ikut tertekan. Dalam sepekan, harga perak turun 14 persen di tengah memudarnya harapan pelonggaran moneter oleh bank sentral.
(Rahmat Fiansyah)