MARKET NEWS

Harga Emas Dunia Menguat Sepekan, Ditopang Harapan Gencatan Senjata AS-Iran

TIM RISET IDX CHANNEL 30/05/2026 11:15 WIB

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat (29/5/2026) dan mencatatkan kenaikan mingguan setelah pulih dari level terendah dalam dua bulan.

Harga Emas Dunia Menguat Sepekan, Ditopang Harapan Gencatan Senjata AS-Iran. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat (29/5/2026) dan mencatatkan kenaikan mingguan setelah pulih dari level terendah dalam dua bulan yang sempat disentuh sehari sebelumnya.

Pelemahan dolar AS dan harapan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi faktor utama yang menopang logam mulia tersebut.

Harga emas spot naik 0,99 persen menjadi USD4.540,53 per troy ons. Secara mingguan, emas mencatat kenaikan sekitar 0,68 persen setelah berhasil bangkit dari posisi terendah dua bulan di USD4.365,76 per ons troi pada Kamis.

Sentimen pasar membaik setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran berpotensi memperpanjang gencatan senjata.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, dikutip Reuters, keputusan terkait kesepakatan tersebut akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pembatasan kemampuan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.

Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan emas memantul dari level support teknikal yang penting.

Menurut dia, optimisme terhadap perpanjangan gencatan senjata turut menekan harga minyak dan nilai tukar dolar AS, dua faktor yang umumnya mendukung kenaikan harga emas.

Indeks dolar AS tercatat menuju pelemahan mingguan sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Di saat yang sama, harga minyak juga berada di jalur penurunan mingguan.

Meski demikian, prospek suku bunga tinggi masih membatasi ruang kenaikan emas.

Streible menilai gangguan pada jalur pelayaran dan infrastruktur energi akibat konflik geopolitik berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi sehingga membuat bank sentral AS atau Federal Reserve lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga.

Data terbaru menunjukkan inflasi AS pada April meningkat dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir, didorong kenaikan harga energi yang terkait dengan konflik Iran.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.

Suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Karena itu, meskipun menguat dalam sepekan terakhir, harga emas masih mencatat penurunan lebih dari 1 persen sepanjang Mei.

Di pasar fisik, permintaan emas di India masih lemah akibat tingginya harga dan bea impor, sementara premi emas di China menyempit seiring sikap hati-hati pelaku pasar.

Logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Harga perak spot stagnan di USD75,62 per ons dan berada di jalur kenaikan bulanan.

Platinum turun 0,3 persen menjadi USD1.917,65 per ons, sedangkan paladium melemah 1,1 persen menjadi USD1.352,24 per ons dan telah kehilangan lebih dari 11 persen sepanjang bulan ini. (Aldo Fernando)

SHARE