Harga Emas Dunia Naik 5 Persen Sepekan, Tembus Level Tertinggi 3 Bulan
Harga emas dunia menguat ke level tertinggi lebih dari tiga bulan pada perdagangan Jumat (21/8), sekaligus membukukan kenaikan mingguan untuk ketiga kalinya.
IDXChannel – Harga emas dunia menguat ke level tertinggi lebih dari tiga bulan pada perdagangan Jumat (21/8/2026), sekaligus membukukan kenaikan mingguan untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Harga emas spot naik 1,86 persen menjadi USD4.602,99 per troy ons. Harga emas sempat menyentuh USD4.632,14 per troy ons, level tertinggi sejak 15 Mei 2026.
Dalam sepekan, harga emas telah menguat 5,17 persen. Kenaikan tersebut mencakup lonjakan harian terbesar sejak awal Februari yang terjadi pada Rabu (19/8/2026).
Penguatan emas juga didukung faktor teknikal. Harga komoditas tersebut kini bergerak di atas seluruh rata-rata pergerakan utama setelah menembus moving average 200 hari (MA-200) di sekitar USD4.513 per troy ons, level yang umumnya dipandang sebagai sinyal bullish oleh analis teknikal.
“Faktor besarnya tentu saja teknikal. Langkah berikutnya adalah USD4.700 jika momentum ini berlanjut, tetapi saya juga melihat penguatan ini sangat didorong oleh pelemahan dolar AS,” kata Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, dikutip Reuters.
Indeks dolar AS bertahan di dekat level terendah sejak pertengahan Mei. Investor mempertanyakan apakah langkah Departemen Keuangan AS untuk menenangkan pasar obligasi justru berisiko mengikis kepercayaan terhadap mata uang tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis (20/8/2026) mengatakan pemerintah dapat memperluas pembelian kembali obligasi Treasury.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana menggandakan pembelian kembali surat utang berjangka panjang.
Goldman Sachs dalam catatannya menyebut permintaan terhadap call option emas meningkat tajam seiring kembali munculnya permintaan atas emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko kebijakan ekonomi global.
Kondisi tersebut dinilai dapat memperbesar pergerakan harga emas, baik saat menguat maupun melemah.
Goldman Sachs juga mencatat bahwa berkurangnya keyakinan pasar terhadap kenaikan suku bunga AS setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga pada Juli, ditambah data ekonomi yang lebih lemah, telah menghidupkan kembali minat spekulatif terhadap emas di COMEX.
Kondisi tersebut juga mendorong permintaan terhadap ETF emas yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Meningkatnya permintaan call option emas yang tetap tinggi turut berpotensi memperbesar reli harga emas saat ini.
Dari sisi permintaan fisik, kenaikan harga emas terbaru mulai menekan minat pembelian ritel di India. Sementara itu, permintaan dari China sebagai salah satu konsumen emas terbesar dunia masih relatif stabil.
Di sisi lain, bank sentral Polandia memperlambat pembelian emas menjadi 7,8 ton pada Juli 2026, berdasarkan data yang dirilis Jumat. (Aldo Fernando)