MARKET NEWS

Harga Emas Dunia Naik, Tekanan Inflasi dan Yield Tinggi Membatasi Reli

TIM RISET IDX CHANNEL 19/05/2026 07:07 WIB

Harga emas menguat pada perdagangan Senin (18/5/2026), didukung pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Harga Emas Dunia Naik, Tekanan Inflasi dan Yield Tinggi Membatasi Reli. (Foto: Pexels)

IDXChannel - Harga emas menguat pada perdagangan Senin (18/5/2026), didukung pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Namun, kenaikannya tertahan oleh lonjakan imbal hasil obligasi dan tingginya harga minyak mentah seiring perang Iran memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Emas spot naik 0,56 persen ke USD4.566,16 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret.

Indeks dolar AS melemah 0,3 persen terhadap mata uang utama lainnya, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli pemegang mata uang lain.

“Indeks dolar AS turun ke level terendah sesi perdagangan, dan itu menjadi faktor positif bagi pasar emas,” ujar analis pasar di American Gold Exchange, Jim Wyckoff, dikutip Reuters.

Namun, dia menambahkan, kenaikan imbal hasil obligasi kemungkinan membatasi ruang penguatan emas. “Bahkan bisa memicu tekanan penurunan lebih lanjut pada harga logam dalam jangka pendek.”

Pasar obligasi pemerintah global melanjutkan pelemahan pada Senin setelah kenaikan harga energi akibat perang Iran memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral.

Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun acuan naik ke level tertinggi sejak Februari 2025.

Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas biasanya kehilangan daya tarik ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi meningkat karena investor beralih ke instrumen dengan tingkat pengembalian lebih tinggi.

Di sisi lain, harga minyak mentah naik sekitar 2 persen ke level tertinggi dalam dua pekan di tengah kekhawatiran gangguan pasokan.

Sebelumnya harga sempat melemah setelah muncul laporan media Iran yang menyebut kemungkinan pelonggaran sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran.

Harga minyak Brent telah melonjak sekitar 55 persen sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, sementara emas spot justru turun sekitar 13,8 persen dalam periode yang sama.

Sejumlah bank juga mulai memangkas proyeksi harga emas jangka pendek karena permintaan investor melemah.

J.P. Morgan menjadi salah satu bank besar pertama yang menurunkan proyeksi rata-rata harga emas 2026 menjadi USD5.243 per ons dari sebelumnya USD5.708 per ons.

Sementara itu, harga perak spot naik 1,4 persen menjadi USD77,04 per ons. Harga platinum turun 0,1 persen ke USD1.972,10 dan palladium melemah 0,2 persen ke USD1.409,75 per ons. (Aldo Fernando)

SHARE