MARKET NEWS

Harga Emas Dunia Turun Tipis Pekan Ini

TIM RISET IDX CHANNEL 01/08/2026 11:15 WIB

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (31/7/2026) seiring penguatan dolar AS setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah.

Harga Emas Dunia Turun Tipis Pekan Ini. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (31/7/2026) seiring penguatan dolar AS setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan.

Meski demikian, logam mulia masih membukukan kenaikan bulanan pertamanya dalam lima bulan terakhir seiring inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih lunak meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed).

Mengacu pada perdagangan terbaru, harga emas spot turun 1,45 persen menjadi USD4.044,28 per troy ons, setelah sempat merosot hingga 2 persen pada sesi sebelumnya.

Secara mingguan, emas mencatat penurunan tipis sebesar 0,21 persen.

Namun secara bulanan, logam mulia masih menguat 0,92 persen, menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Februari.

Kenaikan sepanjang Juli terutama didorong oleh data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.

Selain itu, pelemahan harga minyak ke level sebelum konflik Iran turut memberikan dukungan bagi pergerakan emas pada awal bulan.

"Meski emas berada di ambang mengakhiri tren penurunan selama empat bulan berturut-turut, logam mulia ini masih kesulitan bergerak jauh di atas level psikologis USD4.000 per ons," kata Chief Market Analyst Bybit Han Tan, dikutip Reuters.

Menurut Tan, emas masih mendapat penopang di atas level USD4.000 karena pasar berharap Ketua The Fed Kevin Warsh akan memperluas fokus bank sentral tidak hanya pada indikator inflasi utama, tetapi juga terhadap kebijakan suku bunga secara lebih luas.

Dari sisi fundamental, data yang dirilis pada Kamis menunjukkan inflasi AS melambat pada Juni.

Namun, perlambatan tersebut dinilai berpotensi bersifat sementara setelah kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik.

Pekan ini, Warsh juga menegaskan komitmennya untuk menurunkan inflasi tanpa memberikan sinyal kesiapan menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, dolar AS bergerak stabil setelah jatuh sekitar 2,4 persen pada Kamis, yang menjadi penurunan harian terbesar sejak Januari 2023.

Penguatan dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga menekan permintaan.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 65 persen, turun dari lebih dari 80 persen sepekan sebelumnya.

Sementara itu, dari China, regulator pasar meminta perusahaan-perusahaan panel surya menghindari persaingan harga yang dinilai tidak sehat.

Kebijakan tersebut turut menjadi perhatian pasar karena perak merupakan salah satu logam industri utama yang digunakan dalam panel surya fotovoltaik. (Aldo Fernando)

SHARE