Harga Emas Melemah, Pasar Cerna Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga emas dunia melemah pada Senin (7/9), setelah laporan ketenagakerjaan AS ang kuat pada Jumat (4/9) lalu memperkuat ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga.
IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada Senin (7/9/2026), setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat pada Jumat (4/9) lalu memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini.
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data inflasi penting untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.
Harga emas spot turun 0,54 persen menjadi USD4.406,06 per troy ons. Volume perdagangan relatif rendah karena pasar AS libur.
Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan harga emas dan perak bergerak berlawanan dengan harga energi dan melanjutkan penurunan setelah laporan ketenagakerjaan AS yang kuat pada Jumat mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September.
"Pada perdagangan hari ini, emas dua kali mendapat minat beli di bawah USD4.400, jauh di atas level support utama di sekitar USD4.320. Sementara itu, tekanan jual masih terlihat di atas USD4.500," kata Hansen, seperti dikutip Reuters.
Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang sebesar 60 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan depan. Probabilitas tersebut meningkat dari 50 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis pada Jumat.
Pasar selanjutnya menantikan data producer price index (PPI) AS yang dijadwalkan dirilis Kamis (10/9), disusul data consumer price index (CPI) pada Jumat (11/9).
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap inflasi masih tinggi setelah aksi saling serang pada akhir pekan di sekitar jalur pelayaran mendorong harga minyak naik.
Iran juga menyatakan akan mengumumkan zona terbatas baru di Teluk dalam beberapa hari ke depan, sekaligus merilis peta koridor pelayaran baru melalui Selat Hormuz.
Emas secara umum dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Jumat kembali mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga.
Trump bahkan mengatakan bahwa jika The Fed tidak menurunkan suku bunga, AS akan menghentikan perdagangan dengan sejumlah negara yang mengalami surplus perdagangan terhadap AS. (Aldo Fernando)