MARKET NEWS

Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Lebih dari 3 Bulan, Simak Gerak ARCI-BRMS Cs

TIM RISET IDX CHANNEL 24/08/2026 09:44 WIB

Harga emas dunia menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.

Harga Emas Sentuh Level Tertinggi Lebih dari 3 Bulan, Simak Gerak ARCI-BRMS Cs. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga emas dunia menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan harga emas tersebut turut mendorong sejumlah saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (24/8/2026).

Berdasarkan data BEI, hingga pukul 09.34 WIB, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memimpin penguatan dengan naik 5,04 persen menjadi Rp730 per unit.

Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga menguat 3,23 persen menjadi Rp1.440 per unit. Selanjutnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 2,99 persen ke Rp2.410 per unit.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar 2,53 persen, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) sebesar 1,58 persen, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 1,12 persen.

Namun, tidak seluruh saham terkait emas bergerak positif. Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) justru terkoreksi 1,56 persen.

Di pasar global, harga emas menguat pada awal pekan seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), sementara investor mencermati sejumlah agenda penting yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot naik 1,10 persen menjadi USD4.653,48 per troy ons pada pukul 09.32 WIB. Harga tersebut sekaligus menjadi level tertinggi sejak 15 Mei 2026.

Dalam sepekan terakhir, harga emas telah melonjak lebih dari 5 persen.

Pelemahan dolar AS menjadi salah satu katalis utama bagi harga emas. Dolar yang bergerak di dekat level terendah dalam beberapa bulan membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Pasar juga merespons langkah Departemen Keuangan AS yang berencana membeli kembali obligasi jangka panjang.

Perkembangan tersebut membuat pasar obligasi dan nilai tukar dolar bergerak lebih volatil.

Analis pasar utama KCM Trade Tim Waterer mengatakan, dikutip Reuters, harga emas mengawali pekan dengan cukup kuat dan kembali mendapatkan momentum beli.

Menurut dia, pergerakan emas saat ini terutama dipengaruhi pelemahan dolar AS. Investor juga mulai mencermati sinyal yang diberikan kenaikan imbal hasil obligasi terkait tekanan ekonomi dan ketidakpastian kebijakan.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS untuk Juli serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada pekan ini.

Kedua agenda tersebut dinilai penting karena dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga AS.

"Pelaku pasar akan mencermati setiap perubahan nada mengenai arah kebijakan dan kaitannya dengan perkembangan pasar obligasi baru-baru ini," ujar Waterer, seperti dikutip Reuters.

Menurut dia, jika Warsh mengambil sikap seimbang atau berhati-hati dan tetap membuka ruang untuk fleksibilitas kebijakan, kondisi tersebut berpotensi menjaga peluang harga emas untuk melanjutkan penguatannya.

Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat (AS) juga meningkatkan tekanan terhadap Iran. AS mengancam akan melancarkan apa yang disebut sebagai "serangan finansial terbesar yang pernah dilakukan" melalui sanksi ekonomi yang menyasar mitra dagang Iran.

Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian pasar komoditas.

Namun, harga minyak justru terkoreksi lebih dari USD1 per barel karena investor melakukan aksi ambil untung menjelang pengumuman sanksi tersebut. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE