Harga Emas Terjun, Inflasi dan Prospek Suku Bunga Tinggi Redam Minat Safe Haven
Harga emas dunia jatuh tajam di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga tinggi.
IDXChannel - Harga emas dunia jatuh tajam pada perdagangan Asia Senin (23/3/2026) di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga tinggi.
Melansir Investing, harga emas spot tercatat turun 1,7 persen ke USD4.413,32 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah harian di USD4.320,19 per ons.
Sementara itu, kontrak berjangka emas merosot lebih dalam sebesar 3,5 persen ke USD4.448,46 per ons.
Tekanan terhadap harga emas terjadi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Iran merespons dengan ancaman balasan, termasuk kemungkinan menutup sepenuhnya Selat Hormuz serta menyerang infrastruktur energi dan air di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan ini memperpanjang konflik yang kini telah memasuki pekan keempat, dengan laporan serangan yang masih berlangsung sepanjang akhir pekan.
Meski kondisi geopolitik biasanya mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven, pasar saat ini lebih fokus pada dampak inflasi dari lonjakan harga energi.
Kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan akan mendorong inflasi global membuat ekspektasi kebijakan moneter menjadi lebih ketat.
Sejumlah bank sentral utama dunia, seperti European Central Bank dan Bank of England, telah memberikan sinyal potensi kenaikan suku bunga tahun ini.
Sementara itu, Federal Reserve (The Fed) tidak mengindikasikan kenaikan suku bunga, namun pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Analis menilai pergerakan pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh kekhawatiran inflasi yang persisten dibandingkan aliran dana ke aset lindung nilai akibat risiko geopolitik.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami pelemahan. Harga perak turun 0,4 persen ke USD67,61 per ons, sementara platinum melemah 0,6 persen ke USD1.913,57 per ons.
Meski demikian, analis menilai fundamental jangka panjang emas masih relatif kuat, meskipun dalam jangka pendek pergerakannya tetap dibayangi tekanan dari inflasi tinggi dan kebijakan moneter global yang cenderung lebih ketat.
(DESI ANGRIANI)