MARKET NEWS

Harga Emas Turun Lebih dari 4 Persen Sepekan, Tertekan Data Tenaga Kerja AS

TIM RISET IDX CHANNEL 07/06/2026 11:15 WIB

Harga emas dunia jatuh lebih dari 3 persen pada Jumat (5/6/2026) dan mencatatkan pelemahan mingguan terdalam dalam beberapa bulan terakhir.

Harga Emas Turun Lebih dari 4 Persen Sepekan, Tertekan Data Tenaga Kerja AS. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia jatuh lebih dari 3 persen pada Jumat (5/6/2026) dan mencatatkan pelemahan mingguan terdalam dalam beberapa bulan terakhir.

Tekanan muncul setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama di tengah kekhawatiran inflasi akibat perang di Timur Tengah.

Emas spot turun 3,29 persen menjadi USD4.327,88 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 24 Maret pada perdagangan hari itu. Dalam sepekan, logam mulia tersebut melemah sekitar 4,68 persen.

Data nonfarm payrolls (NFP) menunjukkan penambahan 172.000 lapangan kerja pada Mei, setelah naik 179.000 pada April berdasarkan revisi ke atas, menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS.

Angka tersebut jauh melampaui perkiraan jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan kenaikan 85.000 pekerjaan, setelah sebelumnya dilaporkan bertambah 115.000 pada April.

“Kita mendapatkan data payrolls yang keluar jauh lebih kuat dari yang diperkirakan,” kata Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, dikutip Reuters.

“Dengan masih berlangsungnya perang di Iran serta harga energi yang sangat tinggi dan tekanan inflasi yang kuat, kecil kemungkinan The Fed memiliki keinginan untuk menurunkan suku bunga. Implikasinya bagi emas adalah biaya kepemilikan (cost of carry) menjadi semakin tinggi,” ujarnya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak setelah rilis data ketenagakerjaan tersebut, sehingga meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga minyak mentah Brent juga berada di jalur penguatan mingguan. Emas telah merosot lebih dari 17 persen sejak perang yang didukung AS terhadap Iran dimulai pada akhir Februari.

Konflik tersebut memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta suku bunga yang lebih tinggi.

Meski emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan daya tarik logam tersebut.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 72 persen bahwa The Fed menaikkan suku bunga pada Desember, berdasarkan alat FedWatch CME Group, dibandingkan sekitar 50 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Permintaan emas di India relatif lesu sepanjang pekan ini, sementara premi emas di China mengalami penurunan.

Di pasar logam mulia lainnya, perak spot anjlok 6,8 persen menjadi USD68,86 per ons, platinum turun 5,9 persen menjadi USD1.788,49 per ons, dan paladium merosot 5,9 persen menjadi USD1.242,50 per ons. Ketiga logam tersebut juga mencatatkan pelemahan mingguan. (Aldo Fernando)

SHARE