MARKET NEWS

Harga Minyak Dunia dalam Tekanan, Sampai Kapan?

TIM RISET IDX CHANNEL 09/09/2024 07:18 WIB

Harga minyak turun 2 persen pada Jumat (6/9/2024) lalu, setelah data pekerjaan Amerika Serikat (AS) di Agustus lebih lemah dari yang diharapkan.

Harga Minyak Dunia dalam Tekanan, Sampai Kapan? (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak turun 2 persen pada Jumat (6/9/2024) lalu, setelah data pekerjaan Amerika Serikat (AS) di Agustus lebih lemah dari yang diharapkan, mengimbangi dukungan harga dari penundaan peningkatan pasokan oleh produsen OPEC+.

Menurut data pasar, kontrak berjangka (futures) minyak mentah Brent turun USD1,63 atau 2,24 persen menjadi USD71,06 per barel pada Jumat lalu, level terendah sejak Desember 2021.

Sementara itu, futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi USD1,48 atau 2,14 persen menjadi USD67,67 per barel, terendah sejak Juni 2023.

Selama sepekan lalu, Brent mengalami penurunan sebesar 10 persen, sementara WTI merosot sekitar 8 persen.

Data pemerintah AS menunjukkan peningkatan pekerjaan lebih rendah dari perkiraan pada Agustus, tetapi penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,2 persen menunjukkan pelambatan pasar tenaga kerja yang cenderung aman, yang mungkin tidak memerlukan pemotongan suku bunga besar dari bank sentral Federal Reserve (The Fed) bulan ini.

"Data pekerjaan agak lemah dan mengisyaratkan bahwa ekonomi AS sedang melambat," kata Bob Yawger, Direktur Eksekutif Energi Berjangka di Mizuho.

Yawger juga menambahkan, kekhawatiran terhadap permintaan dari China terus menekan harga minyak.

Pada Kamis pekan lalu, Brent ditutup pada level terendah sejak Juni 2023 meskipun ada penarikan dari persediaan minyak AS dan keputusan OPEC+ untuk menunda peningkatan produksi minyak yang direncanakan.

Persediaan minyak mentah AS turun 6,9 juta barel menjadi 418,3 juta barel pekan sebelumnya, dibandingkan dengan penurunan yang diproyeksikan sebesar 993.000 barel dalam jajak pendapat Reuters terhadap para analis.

Sinyal bahwa faksi-faksi yang berseteru di Libya mungkin semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan yang telah menghentikan ekspor minyak mentah negara itu juga memberi tekanan pada harga minyak pekan lalu. Meskipun ekspor sebagian besar masih terhenti, beberapa pengiriman diizinkan dari penyimpanan.

Bank of America menurunkan perkiraan harga Brent untuk paruh kedua 2024 menjadi USD75 per barel dari sebelumnya hampir USD90 per barel, mengutip peningkatan persediaan global, pertumbuhan permintaan yang lebih lemah, dan kapasitas produksi cadangan OPEC+.

Jumlah rig minyak aktif AS, indikator awal produksi di masa depan, tetap tidak berubah di 483 minggu ini, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes.

CFTC (U.S. Commodity Futures Trading Commission) melaporkan bahwa para pengelola dana mengurangi posisi net long mereka pada futures dan opsi minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 3 September. (Aldo Fernando)

SHARE