MARKET NEWS

Harga Minyak Jatuh Hampir 7 Persen Dipicu Sinyal Damai AS-Iran

TIM RISET IDX CHANNEL 26/05/2026 07:03 WIB

Harga minyak jatuh hampir 7 persen pada Senin (25/5) seiring tumbuhnya optimisme bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai.

Harga Minyak Jatuh Hampir 7 Persen Dipicu Sinyal Damai AS-Iran. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak jatuh hampir 7 persen pada Senin (25/5/2026) seiring tumbuhnya optimisme bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.

Meski demikian, Washington dan Teheran sama-sama meredam harapan akan terobosan dalam waktu dekat.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent merosot atau hampir 7 persen menjadi USD96,30 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat tergelincir 6,5 persen ke level USD90,88 per barel.

Volume perdagangan relatif tipis karena libur Memorial Day di AS.

Melansir dari Reuters, negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya berada di Doha untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Qatar terkait potensi kesepakatan dengan AS guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan, kata seorang pejabat yang mengetahui kunjungan tersebut pada Senin.

Kedua pihak menyatakan telah mencapai kemajuan dalam penyusunan nota kesepahaman yang akan menghentikan perang dan memberi waktu 60 hari bagi negosiator untuk mencapai kesepakatan final.

“Meski belum selesai, tampaknya ada harapan bahwa minyak akan kembali mengalir melalui Selat Hormuz,” ujar analis senior Price Futures Group Phil Flynn.

Namun, pendiri newsletter Commodity Context Rory Johnston mengingatkan pasar agar tetap berhati-hati.

“Kita sudah beberapa kali hampir mencapai kesepakatan dalam beberapa bulan terakhir, tetapi selalu gagal pada detail akhir dan Hormuz masih tetap tertutup,” kata Johnston.

Dalam unggahan panjang di Truth Social pada Senin, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung “baik”, namun memperingatkan akan ada serangan baru jika negosiasi gagal.

Trump juga mendorong lebih banyak negara Arab dan Muslim untuk bergabung dalam Abraham Accords, kesepakatan yang dimediasi pada masa jabatan pertamanya dan bertujuan menormalisasi hubungan antara negara-negara Arab serta negara mayoritas Muslim dengan Israel.

“Hal itu bisa berarti penurunan signifikan premi risiko di Timur Tengah, terutama jika kesepakatan dengan Iran tercapai dan Iran menyerahkan material nuklirnya,” ujar Flynn.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin menyatakan bahwa Iran tengah bernegosiasi untuk mengakhiri perang dan saat ini tidak membahas isu nuklir.

Meski kesepakatan damai tercapai, para analis memperkirakan normalisasi arus minyak melalui selat tersebut memerlukan waktu berbulan-bulan, sementara fasilitas minyak dan gas yang rusak diperbaiki.

“Defisit pasokan sekitar 10-11 juta barel per hari tidak akan langsung hilang dan pasar masih akan menguras persediaan hingga produksi minyak mentah Timur Tengah kembali pulih, yang diperkirakan memerlukan waktu beberapa bulan,” ujar analis Sparta Commodities June Goh.

“Kami tetap menilai faktor utama yang perlu dicermati pasar minyak adalah arus fisik minyak, dan sejauh ini aliran melalui selat tersebut masih terbatas,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal tanker gas alam cair (LNG) telah melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir menuju Pakistan, China, dan India.

Selain itu, sebuah supertanker yang mengangkut minyak mentah Irak untuk China juga berhasil melintas setelah sempat terdampar hampir tiga bulan. (Aldo Fernando)

SHARE