MARKET NEWS

Harga Minyak Mentah Melonjak 4 Persen, Seiring AS Serang Iran yang Hambat Pembukaan Selat Hormuz

Nur Ichsan Yuniarto 27/05/2026 06:31 WIB

Serangan ini memecah harapan yang muncul pada akhir pekan lalu bahwa AS dan Iran akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang

Harga Minyak Mentah Melonjak 4 Persen, Seiring AS Serang Iran yang Hambat Pembukaan Selat Hormuz

IDXChannel - Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent naik sekitar 4 persen pada Selasa (26/5/2026). Kenaikan ini terjadi setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan di Iran.

Serangan ini memecah harapan yang muncul pada akhir pekan lalu bahwa AS dan Iran akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Selain itu, juga meredam harapan membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz yang sangat strategis.

Harga kontrak berjangka AS justru turun, mengikuti tren aksi jual yang terjadi pada hari Senin di pasar Brent, saat pasar AS sedang tutup.

Pada hari Senin, harga minyak Brent ditutup di level terendah sejak 20 April, turun 7 persen seiring munculnya kembali harapan akan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.

Sebaliknya, harga minyak mentah AS turun karena pasar tersebut tutup pada hari Senin akibat libur Hari Peringatan (Memorial Day) di AS.

WTI ditutup pada level terendah sejak 22 April pada hari Selasa, sementara kontrak berjangka bensin AS turun 7 persen dan solar AS turun 4 persen ke level penutupan terendah dalam lima minggu.

Pejabat AS telah beberapa kali mengatakan bahwa mereka hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik, tetapi belum mencapai kesepakatan di luar gencatan senjata sementara yang telah mengurangi serangan hingga seminimal mungkin.

Iran mengatakan bahwa AS telah melanggar gencatan senjata setelah melakukan apa yang disebutnya sebagai serangan defensif di selatan Iran, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa negosiasi kesepakatan untuk menghentikan konflik tersebut dapat memakan waktu beberapa hari.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan AS di Provinsi Hormozgan, Iran selatan—di mana media Iran melaporkan terdengar suara ledakan pada Selasa dini hari—merupakan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata yang rapuh yang telah berlaku selama hampir tujuh pekan.

Kedua belah pihak sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman yang dapat menghentikan perang dan memulihkan kembali pengiriman melalui wilayah yang diblokade, sambil memberikan waktu 60 hari kepada para negosiator untuk membahas isu-isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran.

“Kami masih menunggu rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan kesepakatan tersebut,” kata Giovanni Staunovo dari UBS.

“Sementara itu, kami melihat ketegangan kembali memuncak di Timur Tengah, sementara arus lalu lintas di Selat tersebut tetap dibatasi," katanya.

Serangan AS itu terjadi saat negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya sedang berada di Doha untuk melakukan pembicaraan dengan perdana menteri Qatar guna mencapai kesepakatan.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE