Harga Minyak Naik Dipicu Serangan di Arab Saudi, Brent Tembus USD106 per Barel
Harga minyak naik pada perdagangan Rabu (14/10/2026) setelah kelompok Houthi menyerang kantor pusat Saudi Aramco.
IDXChannel – Harga minyak naik pada perdagangan Rabu (14/10/2026) setelah kelompok Houthi menyerang kantor pusat Saudi Aramco dan Iran mengatakan mengerahkan taktik baru untuk menargetkan kapal serta menjaga harga minyak tetap tinggi.
Harga minyak mentah Brent untuk kontrak terdekat ditutup naik 0,35 persen menjadi USD106,06 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,01 persen menjadi USD95,09 per barel, level tertinggi dalam tiga pekan.
Analis senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz serta serangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran mendorong harga minyak naik.
“Kita melihat banyak perdagangan yang didorong oleh kekhawatiran hari ini [Rabu],” kata Flynn, seperti dikutip Reuters.
Pejabat Iran menolak memberikan rincian mengenai strategi baru untuk menargetkan kapal. Namun, salah satu pejabat mengatakan Iran mulai menggunakan taktik ofensif yang berbeda sekitar 10 hari lalu.
Data menunjukkan arus minyak dari kawasan Teluk, tidak termasuk Iran, melonjak pada September hingga lebih dari 81 persen dari level sebelum perang.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh pemulihan ekspor Arab Saudi. Sementara itu, ekspor minyak Iran turun menjadi nol akibat blokade AS.
“Lebih banyak minyak mentah yang masuk ke pasar internasional tidak serta-merta berarti produksi minyak meningkat,” kata Analis Saxo Bank Ole Hansen dalam sebuah catatan.
“Sebagian pemulihan tersebut mencerminkan redistribusi minyak yang tersedia, termasuk volume yang sebelumnya digunakan untuk memasok kilang di kawasan,” imbuh dia.
Kelompok Houthi menyerang sebuah gedung administratif milik perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, di kota Dhahran. Serangan tersebut memicu kebakaran terbatas, menurut Kementerian Energi Arab Saudi.
Dalam sepekan terakhir, kelompok tersebut telah melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone ke Arab Saudi.
Houthi menyebut serangan itu sebagai aksi balasan atas dukungan Riyadh terhadap pasukan pemerintah Yaman.
Bandara internasional Riyadh telah menjadi sasaran serangan sebanyak empat kali. Salah satu serangan pada Sabtu menewaskan 13 orang.
Di sisi lain, sebuah kapal kontainer tenggelam di perairan selatan Selat Hormuz setelah menabrak ranjau laut dan terbakar, menurut Angkatan Laut Garda Revolusi Iran dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah pada Rabu.
Sehari sebelumnya, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal kontainer dan sebuah kapal tanker terkena proyektil yang belum diketahui asalnya di Selat Hormuz. (Aldo Fernando)