MARKET NEWS

Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi 6 Pekan, Konflik AS-Iran Memanas

TIM RISET IDX CHANNEL 08/09/2026 06:48 WIB

Harga minyak naik ke level tertinggi dalam enam pekan pada perdagangan Senin (7/9/2026), setelah Iran berjanji menyerang infrastruktur energi di Timur Tengah.

Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi 6 Pekan, Konflik AS-Iran Memanas. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak naik ke level tertinggi dalam enam pekan pada perdagangan Senin (7/9/2026), setelah Iran berjanji menyerang infrastruktur energi di seluruh kawasan Timur Tengah sebagai respons atas serangan lanjutan Amerika Serikat (AS) terhadap aset-asetnya.

Eskalasi terbaru ini semakin memperburuk konflik yang telah memangkas pasokan minyak dari kawasan tersebut secara signifikan.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik USD1,03 atau 1,1 persen menjadi USD97,31 per barel. Brent sempat menyentuh USD98,06 per barel, level tertinggi sejak 24 Juli 2026.

Kontrak Brent ditutup sekitar pukul 00.30 WIB pada Selasa (8/9), sekitar satu jam lebih awal dari waktu penutupan normal karena libur Labor Day di AS.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tidak mencatatkan harga penutupan pada Senin karena libur.

Namun, hingga pukul 13.45 waktu setempat, WTI naik 1,3 persen atau USD1,17 menjadi USD92,65 per barel.

WTI sempat mencapai USD93,29 per barel, juga merupakan level tertinggi sejak 24 Juli.

"Serang aset kami, maka Anda akan diserang," ujar Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf pada Senin, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan tersebut tampaknya merupakan respons terhadap peringatan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang menyebut armada minyak Iran "tidak berdaya".

AS dan Iran saling melancarkan serangan terhadap kapal tanker minyak dan kapal perang sepanjang akhir pekan.

Menurut perusahaan intelijen maritim Marisks, aksi tersebut menandai eskalasi besar dalam perang kedua negara yang dimulai setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.

"Tankers komersial kini sengaja digunakan sebagai instrumen tekanan ekonomi timbal balik, sehingga batas antara konfrontasi militer dan pelayaran komersial menjadi semakin kabur," kata Marisks.

Harga Brent melonjak sekitar 8 persen sepanjang pekan lalu, sementara WTI naik hampir 10 persen setelah AS dan Iran kembali saling menyerang.

Perang tersebut memberikan tekanan besar terhadap pasokan minyak global, memaksa sejumlah negara menguras cadangan minyak untuk mencegah terjadinya defisit pasokan.

Di AS, yang merupakan produsen sekaligus konsumen minyak terbesar dunia, persediaan bensin dan bahan bakar distilat tercatat jauh di bawah level tahun lalu maupun rata-rata musiman lima tahun terakhir, menurut analis PVM Energy.

"Gambaran saat ini menunjukkan kondisi yang sedikit lebih mengkhawatirkan dibandingkan saat terakhir kami melakukan penilaian beberapa pekan lalu," ujar mereka.

Ketegangan regional juga meningkat setelah serangan Israel terhadap sebuah kota di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 12 orang pada Senin, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Serangan tersebut menjadi salah satu bombardir paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir.

Di kawasan Timur Tengah lainnya, kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco juga diserang pada Senin. Tingkat kerusakan masih dalam proses penilaian, menurut laporan Financial Times yang mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. (Aldo Fernando)

SHARE