MARKET NEWS

Harga Minyak Naik Lebih 2 Persen Sepekan, AS Kerahkan Armada ke Iran dan Perketat Sanksi

TIM RISET IDX CHANNEL 24/01/2026 10:00 WIB

Harga minyak dunia ditutup di level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada Jumat (23/1/2026).

Harga Minyak Naik Lebih 2 Persen Sepekan, AS Kerahkan Armada ke Iran dan Perketat Sanksi. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga minyak dunia ditutup di level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada Jumat (23/1/2026).

Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi tambahan terhadap kapal-kapal pengangkut minyak Iran, sekaligus mengumumkan pengerahan armada ke kawasan Timur Tengah.

Kontrak berjangka (futures) Brent naik 2,8 persen dan ditutup di USD65,88 per barel, tertinggi sejak 14 Januari.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,9 persen ke level USD61,07 per barel, juga merupakan level tertinggi dalam lebih dari sepekan.

Kedua patokan harga minyak tersebut mencatatkan kenaikan mingguan lebih dari 2,5 persen.

Melansir dari Reuters, pernyataan Trump kembali memicu peringatan keras kepada Teheran agar tidak membunuh para demonstran maupun menghidupkan kembali program nuklirnya.

Eskalasi tekanan ini memunculkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak di Timur Tengah.

Di saat yang sama, Kazakhstan masih kesulitan memulihkan produksi dari salah satu ladang minyak terbesar di dunia.

Sejumlah kapal perang, termasuk kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali, diperkirakan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan, menurut seorang pejabat AS. AS sendiri pernah melancarkan serangan ke Iran pada Juni tahun lalu.

AS Jatuhkan Sanksi ke Kapal dan Perusahaan

Pada Jumat, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap sembilan kapal serta delapan perusahaan terkait yang terlibat dalam pengangkutan minyak dan produk petroleum Iran, demikian pernyataan Departemen Keuangan AS.

Dengan produksi sekitar 3,2 juta barel per hari berdasarkan data OPEC, Iran merupakan produsen minyak mentah terbesar keempat di OPEC setelah Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab.

Iran juga menjadi salah satu pemasok utama minyak ke China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Chevron menyatakan produksi minyak di ladang Tengiz, Kazakhstan, belum kembali berjalan setelah operator Tengizchevroil yang dipimpin Chevron mengumumkan penghentian operasi pada Senin menyusul insiden kebakaran.

Kejadian tersebut memperburuk persoalan industri minyak Kazakhstan, yang sebelumnya sudah menghadapi hambatan di jalur ekspor utamanya di Laut Hitam, setelah fasilitas tersebut mengalami kerusakan akibat serangan drone Ukraina.

JP Morgan pada Jumat menyebut ladang Tengiz, yang menyumbang hampir setengah produksi minyak Kazakhstan, berpotensi tetap tidak beroperasi hingga akhir bulan ini.

Bank tersebut memperkirakan produksi minyak mentah Kazakhstan rata-rata hanya sekitar 1 juta hingga 1,1 juta barel per hari pada Januari, jauh di bawah level normal sekitar 1,8 juta barel per hari.

Harga minyak sempat menguat pada awal pekan seiring langkah Trump terkait Greenland. Namun, harga terkoreksi sekitar 2 persen pada Kamis setelah Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap Eropa dan menegaskan tidak akan melakukan aksi militer.

Trump mengatakan pada Kamis bahwa Denmark, NATO, dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan “akses penuh” ke Greenland. (Aldo Fernando)

SHARE