MARKET NEWS

Harga Minyak Stabil, Konflik AS-Iran Belum Ganggu Pasokan

Desi Angriani 10/07/2026 22:34 WIB

Pelaku pasar menilai, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum akan mengganggu pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia.

Harga Minyak Stabil, Konflik AS-Iran Belum Ganggu Pasokan (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Jumat (10/7/2026), dengan mempertahankan kenaikan mingguan.

Pelaku pasar menilai, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum akan mengganggu pasokan minyak dari kawasan Teluk Persia.

Melansir Investing, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun tipis 0,1 persen menjadi USD72,01 per barel, sedangkan Brent melemah 0,07 persen ke USD76,25 per barel.

Meski bergerak mendatar pada akhir pekan, harga minyak masih mempertahankan sebagian besar penguatannya sepanjang pekan ini. Brent diperkirakan mencatat kenaikan sekitar 5 persen, sementara WTI naik sekitar 4 persen, setelah serangkaian serangan di sekitar Selat Hormuz sempat memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.

Harga sempat menyentuh level tertinggi pada pertengahan pekan sebelum kembali terkoreksi. Investor kini menilai eskalasi militer terbaru kemungkinan masih bersifat terbatas dan belum berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap sejumlah sasaran militer di Iran pada Kamis (9/7/2026). Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Teheran mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menyasar negara-negara sekutu Amerika Serikat, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania. Aksi tersebut menjadi salah satu eskalasi terbesar sejak kedua negara mencapai kesepakatan sementara pada bulan lalu.

Konflik terbaru itu juga menyusul insiden penyerangan terhadap sejumlah kapal dagang di sekitar Selat Hormuz pada awal pekan. Insiden tersebut sempat mendorong operator kapal menunda pelayaran melalui salah satu jalur distribusi minyak tersibuk di dunia.

Meski lalu lintas kapal tanker mulai pulih setelah jalur pelayaran kembali dibuka pada Juni lalu, volume pengiriman minyak masih berada di bawah tingkat normal karena perusahaan pelayaran dan penyedia asuransi terus mengevaluasi risiko keamanan di kawasan tersebut.

Analis IG menilai, respons harga minyak yang relatif terbatas di tengah berlanjutnya aksi militer mencerminkan keyakinan pasar bahwa konflik masih dapat dikendalikan. Menurutnya, serangan Amerika Serikat sejauh ini lebih difokuskan pada infrastruktur militer Iran, bukan fasilitas produksi maupun ekspor minyak.

Selain itu, arus ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia masih berlangsung normal sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dalam jangka pendek belum meningkat signifikan.

(DESI ANGRIANI)

SHARE