Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Damai, Serangan Saudi Tahan Penurunan
Harga minyak mentah turun pada perdagangan Senin (26/10/2026), di tengah harapan meredanya konflik di Timur Tengah.
IDXChannel - Harga minyak mentah turun pada perdagangan Senin (26/10/2026), di tengah harapan meredanya konflik di Timur Tengah.
Namun, serangan yang terus berlangsung terhadap Arab Saudi dan jalur pelayaran membuat investor tetap waspada sehingga harga minyak bertahan di dekat level tertinggi dalam enam bulan.
Harga Brent ditutup melemah 0,8 persen menjadi USD115,81 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 1,46 persen menjadi USD101,76 per barel.
Kedua harga acuan tersebut terkoreksi setelah menguat tajam pada Jumat (23/10) pekan lalu.
Saat itu, Brent ditutup naik lebih dari USD3 per barel dan mencatat kenaikan mingguan sebesar 6 persen. Adapun WTI menguat 2,3 persen sepanjang pekan lalu.
Perhatian investor masih tertuju pada ketegangan di Timur Tengah.
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran pada akhir pekan menyatakan telah menyerang sejumlah stasiun pompa di jalur pipa minyak mentah East-West Arab Saudi serta bandara Riyadh.
Hingga kini belum ada konfirmasi langsung dari Arab Saudi terkait serangan tersebut.
Namun, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Senin menyatakan telah menghancurkan tiga drone yang menargetkan Riyadh dan wilayah selatan kerajaan.
Harapan tercapainya terobosan diplomatik dalam konflik Timur Tengah turut menekan harga minyak pada awal perdagangan. Harga Brent sempat turun lebih dari USD2 per barel.
Konflik tersebut bermula dari serangan AS dan Israel terhadap Iran, sebelum kemudian meluas ke Arab Saudi dan Yaman.
Mediator dari Qatar melakukan perjalanan ke Teheran pada Minggu (25/10) berkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk mencari cara meredakan ketegangan di kawasan, menurut seorang pejabat yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga menggelar pembicaraan dengan pejabat Iran di Teheran pada Senin sebagai bagian dari upaya mencegah eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan.
Pembicaraan tersebut menjadi kontak tingkat tinggi pertama antara Iran dan ketiga negara tersebut, yang menandatangani pakta pertahanan bersama pada Agustus lalu.
Dalam pertemuan tersebut, keempat negara sepakat melanjutkan pembicaraan untuk memperkuat kerja sama di bidang perdamaian dan keamanan, menurut laporan media pemerintah Iran.
Di sisi lain, parlemen Mesir memberikan wewenang kepada Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk mengambil "seluruh langkah yang diperlukan" guna membantu Arab Saudi mempertahankan diri. Langkah tersebut membuka kemungkinan dukungan militer Mesir terhadap kerajaan tersebut. (Aldo Fernando)