MARKET NEWS

Harga Saham Turun hingga 57 Persen, CBDK Berencana Buyback Rp250 Miliar

Dhera Arizona Pratiwi 20/08/2026 06:00 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menyampaikan rencana pembelian kembali (buyback) saham sebanyak-sebanyak-banyaknya Rp250 miliar.

Harga Saham Turun hingga 57 Persen, CBDK Berencana Buyback Rp250 Miliar. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menyampaikan rencana pembelian kembali (buyback) saham sebanyak-sebanyak-banyaknya Rp250 miliar. Hal ini dilakukan untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang.

"Langkah ini dilakukan bukan karena adanya penurunan kinerja maupun pelemahan fundamental perseroan. Perseroan tetap memiliki kondisi keuangan yang sehat, kinerja operasional yang stabil, serta prospek usaha jangka panjang yang baik," ujar manajemen CBDK dalam keterbukaan informasi, Kamis (20/8/2026).

Pada saat Keterbukaan Informasi ini disampaikan, pergerakan harga saham CBDK dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date (YTD) mencerminkan rentang penurunan. Terhitung sejak awal tahun berjalan hingga 19 Agustus 2026, harga saham CBDK tercatat mengalami penurunan dalam kisaran hingga 57 persen, sementara pada periode yang sama IHSG mencatatkan penurunan dalam kisaran hingga 26 persen.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, kata manajemen CBDK, pembelian kembali saham dimaksudkan untuk membantu mengurangi tekanan jual di pasar pada saat indeks harga saham sedang berfluktuasi, sekaligus memberikan indikasi kepada investor bahwa perseroan memandang harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental dan nilai intrinsik perseroan.

"Pembelian kembali saham merupakan langkah perseroan dalam merespons kondisi pasar modal yang berfluktuasi, khususnya pergerakan IHSG yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan sentimen pasar," katanya.

Manajemen CBDK menegaskan, melalui pelaksanaan pembelian kembali saham, perseroan bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara fundamental perseroan dan kondisi pasar, mengoptimalkan struktur permodalan, serta mempertahankan tingkat kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan terhadap perseroan.

"Pelaksanaan pembelian kembali saham ini didukung oleh tingkat likuiditas perseroan yang memadai dan dilakukan tanpa mengganggu kondisi keuangan, kegiatan operasional, maupun rencana investasi perseroan, yang mencerminkan bahwa perseroan berada dalam kondisi keuangan yang sehat," ujar dia.

Pembelian kembali saham perseroan akan dilaksanakan terhitung sejak 20 Agustus 2026 hingga 19 November 2026.

(Dhera Arizona)

SHARE