Harga Tembaga ke Level Terendah 3 Pekan di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Harga tembaga cenderung stabil pada Selasa (5/5/2026), setelah sebelumnya sempat melemah ke level terendah dalam tiga pekan.
IDXChannel - Harga tembaga cenderung stabil pada Selasa (5/5/2026), setelah sebelumnya sempat melemah ke level terendah dalam tiga pekan.
Tekanan datang dari penguatan dolar AS di tengah memanasnya tensi di Timur Tengah serta kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
Kontrak acuan tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) tercatat stabil di kisaran USD12.996 per metrik ton pada pukul 14.31 WIB, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 13 April pada awal sesi.
Aktivitas perdagangan relatif sepi karena Shanghai Futures Exchange tutup dalam rangka libur Hari Buruh. Perdagangan dijadwalkan kembali dibuka pada Rabu.
Melansir dari Reuters, ketegangan geopolitik meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran melancarkan serangan baru di kawasan Teluk pada Senin, dalam upaya memperebutkan kendali atas Selat Hormuz melalui blokade maritim yang saling berhadapan.
Situasi ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan upaya baru untuk membuka jalur bagi kapal tanker dan kapal lain yang terjebak di jalur vital perdagangan energi tersebut.
Pihak AS menyatakan telah menghancurkan enam kapal militer kecil milik Iran.
Sementara itu, sebuah pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab, yang juga menjadi lokasi pangkalan militer besar AS, dilaporkan terbakar akibat serangan rudal Iran.
Kepala makro global di Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan pasar kini lebih dipengaruhi faktor makro ketimbang sentimen sektoral. Menurut dia, kemacetan berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi memicu tekanan inflasi, sementara penguatan dolar turut menekan harga tembaga.
Dolar AS sendiri menguat didorong permintaan aset safe haven di tengah konflik yang berlanjut di Timur Tengah.
Pasar saham Asia melemah, sementara harga minyak terkoreksi namun masih bertahan di atas USD100 per barel.
Di saat yang sama, AS dan Iran terus mengupayakan gencatan senjata meski bentrokan di kawasan selat masih berlangsung.
Di sisi lain, dua orang dilaporkan tewas dan lima lainnya luka-luka akibat ledakan di fasilitas milik Kazzinc, produsen seng terbesar di Kazakhstan yang dimiliki oleh Glencore.
Untuk logam lainnya di LME, aluminium tercatat stabil, nikel naik 0,7 persen, timbal menguat 0,5 persen, timah naik tipis 0,1 persen, dan seng bertambah 0,6 persen. (Aldo Fernando)