MARKET NEWS

Harga Tembaga Rebound usai 7 Hari Tertekan

TIM RISET IDX CHANNEL 01/05/2026 10:00 WIB

Harga tembaga menguat pada Jumat (1/5/2026) untuk pertama kalinya dalam tujuh hari terakhir, seiring meredanya harga minyak dari level tertinggi empat tahun.

Harga Tembaga Rebound usai 7 Hari Tertekan. (Foto: iStock)

IDXChannel - Harga tembaga menguat pada Jumat (1/5/2026) untuk pertama kalinya dalam tujuh hari terakhir, seiring meredanya harga minyak dari level tertinggi empat tahun.

Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran bahwa lonjakan biaya energi dapat menekan pertumbuhan ekonomi global.

Sentimen positif juga datang dari data awal pekan ini yang menunjukkan aktivitas manufaktur di China, konsumen logam terbesar dunia, berekspansi pada April dengan laju tercepat sejak akhir 2020.

Kontrak tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,9 persen menjadi USD13.102 per metrik ton pada pukul 08.04 WIB.

Meski demikian, harga masih berada di jalur penurunan sekitar 1,6 persen sepanjang pekan ini.

Aktivitas perdagangan relatif sepi, seiring Shanghai Futures Exchange tutup hingga Rabu dalam rangka libur Hari Buruh.

Menurut Reuters, harga tembaga tetap mendekati rekor tertinggi, didorong aliran dana spekulatif ke sektor logam dan pertambangan serta kekhawatiran pemangkasan produksi akibat kekurangan asam sulfat. Kondisi ini dipicu oleh penutupan jalur strategis Selat Hormuz.

Namun, konflik di Timur Tengah juga berisiko menekan permintaan logam karena berpotensi mengganggu perekonomian global.

Harga minyak mentah Brent sempat melampaui USD126 per barel pada Kamis sebelum turun ke sekitar USD111 pada Jumat pagi.

Iran juga mengancam akan melancarkan “serangan panjang dan menyakitkan” terhadap posisi AS jika Washington kembali melakukan serangan.

Dari sisi pasokan, persediaan tembaga di gudang Shanghai Futures Exchange telah turun lebih dari setengah sejak puncaknya pada Maret, sehingga menopang harga.

Namun, penurunan ini masih sejalan dengan tren musiman, sementara persediaan di wilayah lain tetap tinggi.

Stok tembaga di LME telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak awal Januari, sementara persediaan di gudang Comex melonjak sekitar 25 kali lipat dalam setahun terakhir.

Bulan lalu, International Copper Study Group memperkirakan pasar tembaga mengalami surplus tahun ini.

Sementara itu, Glencore melaporkan lonjakan produksi tembaga kuartal I-2026 sebesar 19 persen. Di sisi lain, badan statistik Chile mencatat produksi tembaga nasional pada Maret turun 9 persen secara tahunan.

Untuk logam lainnya, aluminium di LME naik 0,9 persen menjadi USD3.503,50 per ton.

Seng menguat hampir 1 persen ke USD3.392 per ton, nikel naik 0,3 persen ke USD19.525 per ton, timbal bertambah 0,1 persen menjadi USD1.957,50 per ton, sementara timah turun 0,4 persen ke USD49.005 per ton. (Aldo Fernando)

SHARE