MARKET NEWS

Harga Timah Naik, TINS Bukukan Laba Bersih Rp1,31 Triliun Sepanjang 2025

Desi Angriani 23/04/2026 12:09 WIB

Pendapatan perseroan juga meningkat 6,14 persen menjadi sebesar Rp11,55 triliun.

Harga Timah Naik, TINS Bukukan Laba Bersih Rp1,31 Triliun Sepanjang 2025 (Foto: dok TINS)

IDXChannel - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) membukukan laba bersih Rp1,31 triliun sepanjang 2025, naik 10 persen dari periode sebelumnya yang sebesar Rp1,19 triliun.

Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan juga meningkat 6,14 persen menjadi sebesar Rp11,55 triliun dari 2024 yang mencapai Rp10,86 triliun.

“Pada 2025 perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau mencapai 119 persen dari target yang telah ditetapkan dalam RKAP 2025," kata Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (23/4/2026).

Restu menjelaskan, meningkatnya pendapatan seiring dengan naiknya harga jual rata-rata logam timah Cash Settlement Price London Metal Exchange (LME) 2025 sebesar 13 persen atau menjadi USD34.119,96 per ton dari sebelumnya USD30.177,45 per ton.

Beban pokok pendapatan perseroan juga naik 8,41 persen menjadi Rp8,79 triliun dengan laba usaha sebesar Rp1,91 triliun.

"Perseroan fokus ke penguatan tata kelola pertimahan, optimalisasi kinerja operasi, pemasaran, dan keuangan," tutur dia.

Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp2,76 triliun dengan nilai aset yang naik 6,75 persen menjadi Rp13,64 triliun.

Sementara itu, posisi liabilitas TINS sebesar Rp5,23 triliun, dan ekuitas meningkat 10,83 persen menjadi sebesar Rp8,41 triliun.

Dari sisi operasional, TINS mencatat produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn atau turun 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 19.437 ton Sn. 

Hal tersebut disebabkan masih masifnya penambangan ilegal terutama pada lokasi pesisir oleh Ponton Isap Produksi (PIP) maupun tambang darat dan adanya penolakan masyarakat pada lokasi penambangan baru. 

Seiring dengan menurunnya produksi bijih timah, produksi logam timah juga mengalami penurunan sebesar 6 persen menjadi 17.815 metrik ton dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 18.915 metrik ton.

Adapun penjualan logam timah turun 5 persen menjadi 16.634 metrik ton. Di mana penjualan logam timah domestik sebesar 5 persen dan ekspor sebesar 95 persen.

Enam besar negara tujuan ekspor meliputi Singapura 23 persen, Korea Selatan 21 persen, Jepang 17 persen, Belanda 7 persen, Italia 3 persen dan China 3 persen.

Kontribusi penjualan ekspor perseroan mencapai sekitar 24 persen dari total ekspor timah Indonesia sebesar 53.050 metrik ton, serta menyumbang sekitar 3 persen dari total ekspor timah global sebesar 371.369 metrik ton.

(DESI ANGRIANI)

SHARE