MARKET NEWS

Hartadinata (HRTA) Sebut Masyarakat Masih Berburu Emas meski Harga Tinggi

Anggie Ariesta 03/06/2026 17:25 WIB

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyatakan, permintaan emas masih cukup kuat di tengah kondisi ekonomi yang diliputi ketidakpastian.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyatakan, permintaan emas masih cukup kuat di tengah ketidakpastian ekonomi. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)

IDXChannel - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyatakan, permintaan emas masih cukup kuat di tengah kondisi ekonomi yang diliputi ketidakpastian. Meski mulai terkoreksi ke level Rp2,6 juta per gram, harga emas saat ini masih terbilang tinggi.

Direktur Utama Hartadinata, Sandra Sunanto mengatakan, masyarakat masih antusias mengoleksi emas karena tidak hanya berfungsi sebagai perhiasan, melainkan juga dapat menjadi instrumen investasi lindung nilai (safe haven). Di tengah harga logam mulia yang cukup tinggi, masyarakat mulai beralih membeli emas dengan gramasi kecil.

”Kalau kita lihat harga emas yang semakin tinggi, mengakibatkan demand (permintaan) yang muncul lebih banyak didominasi oleh gramasi yang sekarang jauh lebih kecil,” katanya dalam Public Expose, Rabu (3/6/2026).

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, Sandra mengatakan, perseroan menerapkan strategi yang adaptif agar volume penjualan emas Hartadinata mencapai target. Salah satunya dengan menyediakan emas dengan gramasi beragam, baik dari sisi gramasi maupun model.

”Kami punya strategi bahwa produk-produk kami memang yang kami tawarkan kepada masyarakat adalah produk yang terjangkau buat seluruh lapisan masyarakat, either (apakah) itu masyarakat menengah ke bawah maupun menengah ke atas,” ujarnya.

Sandra juga menyatakan, emas Hartadinata memiliki keunggulan dibandingkan emas merek lain. Salah satunya selisih harga jual dan harga buyback (spread) yang relatif tipis serta transparan. Hal ini membuat masyarakat percaya dengan produk emas Hartadinata.

Sementara itu, Direktur Investor Relations Hartadinata, Thendra Crisnanda mengatakan, permintaan emas tidak akan surut meski harganya mulai terkoreksi. Dia menyinggung potensi lonjakan permintaan emas seiring kehadiran Exchange Traded Fund (ETF) Emas yang akan menarik investor institusi.

”Terutama terkait dengan ETF Gold, ini pun akan semakin meningkatkan partisipasi dari permintaan untuk (investor) institusi yang ada di domestik dan ini merupakan suatu hal yang positif bagi pertumbuhan bisnis perseroan hingga akhir 2026,” kata Thendra.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE