MARKET NEWS

HATM Bukukan Pendapatan Rp519,96 Miliar, Portofolio Mitra Usaha Topang Prospek Bisnis

Shifa Nurhaliza Putri 29/07/2026 16:35 WIB

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mencatatkan kinerja positif pada semester I-2026 di tengah berlanjutnya kerja sama dengan sejumlah entitas usaha.

HATM Bukukan Pendapatan Rp519,96 Miliar, Portofolio Mitra Usaha Topang Prospek Bisnis. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mencatatkan kinerja positif pada semester I-2026 di tengah berlanjutnya kerja sama dengan sejumlah entitas usaha berskala besar di sektor batu bara, pelayaran, hingga industri hilirisasi nikel. Jaringan mitra usaha tersebut dinilai menjadi salah satu penopang prospek bisnis Perseroan ke depan.

Saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (29/7/2026) dan sempat menyentuh level 550. Laporan keuangan semester I-2026 perseroan turut memuat informasi mengenai kontrak usaha dan sejumlah perusahaan yang menggunakan jasa angkutan laut HATM.

Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama memberikan rekomendasi speculative buy pada kisaran 480-500 dengan stop loss di bawah 438. Adapun target harga berada di level 540 sebagai target keuntungan pertama dan 600 sebagai target keuntungan kedua. Sekadar informasi, hingga penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (29/7)2026) saham HATM berada di level 515 atau naik 6,40 persen.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, HATM membukukan pendapatan sebesar Rp519,96 miliar pada semester I-2026. Sementara itu, nilai piutang usaha dari pihak ketiga tercatat mencapai Rp144,52 miliar yang berasal dari sejumlah entitas pengguna jasa angkutan laut Perseroan.

Selain itu, kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp441,28 miliar dari Rp377,01 miliar menggerus margin perusahaan. Akibatnya, laba kotor turun menjadi Rp78,67 miliar dibandingkan Rp143,09 miliar pada semester I 2025.

Penurunan profitabilitas juga tercermin pada laba usaha yang menyusut menjadi Rp60,43 miliar dari sebelumnya Rp124,34 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak turun menjadi Rp51,59 miliar dari Rp109,88 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Salah satu mitra usaha utama HATM adalah PT Borneo Indobara (BIB), perusahaan tambang batu bara yang merupakan anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), bagian dari Grup Sinar Mas. Dalam laporan keuangan Perseroan, BIB tercatat sebagai entitas pengguna dengan nilai piutang usaha terbesar, yakni Rp49,68 miliar.

Kerja sama HATM dengan BIB juga diperkuat melalui kontrak jasa angkutan laut yang diperoleh pada 17 Juni 2026. Berdasarkan perjanjian tersebut, HATM menyediakan mother vessel untuk pengangkutan batu bara dengan kapasitas sekitar 2,1 juta metrik ton kurang lebih 10 persen selama periode 1 April hingga 31 Desember 2026.

Selain BIB, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) juga tercatat sebagai entitas pengguna jasa HATM dengan nilai piutang usaha sebesar Rp13,44 miliar. 

Di sektor pelayaran, PT Beruang Maritim Indonesia, anak usaha PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), tercatat memiliki piutang usaha sebesar Rp25,29 miliar. Sementara itu, PT Bhumi Rantai Energi, anak usaha PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS), memiliki piutang usaha sebesar Rp7,55 miliar.

Laporan keuangan perseroan juga mencatat PT Yuxin Shipping Line, perusahaan patungan antara Xiangyu Group dan Dexin Steel, dengan piutang usaha sebesar Rp14,09 miliar. Selain itu, PT Obsidian Stainless Steel, perusahaan smelter nikel yang dikembangkan Xiangyu Group bersama Delong Group di Sulawesi Tenggara, tercatat memiliki piutang usaha sebesar Rp8,65 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, HATM menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di sektor batu bara, logistik maritim, dan hilirisasi nikel.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE