MARKET NEWS

IHSG Berpotensi Fluktuatif, Outflow Asing hingga Minyak Tinggi Bayangi Pasar

Desi Angriani 24/04/2026 10:53 WIB

Volatilitas IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada saham-saham blue chip, seiring derasnya arus keluar dana asing.

IHSG Berpotensi Fluktuatif, Outflow Asing hingga Minyak Tinggi Bayangi Pasar (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak fluktuatif dalam rentang 7.300-7.500 pada perdagangan Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan riset Ajaib Sekuritas yang disusun oleh Ratih Mustikoningsih, volatilitas IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada saham-saham blue chip, seiring derasnya arus keluar dana asing. 

"IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam kisaran 7.300-7.500," tulis Ratih pada Jumat (24/4/2026).

Dari dalam negeri, sentimen negatif juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah yang dipicu kenaikan harga minyak mentah global. Kondisi ini turut mendorong keluarnya dana asing dari instrumen portofolio domestik. 

Di sisi lain, kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyesuaikan metodologi indeks utama seperti IDX30, LQ45, dan IDX80 juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Penyesuaian tersebut mencakup aspek likuiditas dan free float, termasuk pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC). 

Sejumlah saham seperti Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) berpotensi mengalami penurunan bobot bahkan dikeluarkan dari indeks.
 
Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan investability indeks, dan akan mulai efektif pada evaluasi mayor April 2026 yang berlaku pada Mei 2026.

Dari eksternal, sentimen global masih cenderung mixed. Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street ditutup melemah meskipun sempat menguat di awal sesi, dengan indeks Nasdaq Composite turun 0,89 persen dan S&P 500 melemah 0,41 persen.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama tiga pekan. Meski meredakan ketegangan, harga minyak global tetap tinggi, dengan minyak Brent naik 1,08 persen secara intraday ke level USD106,2 per barel.

Kenaikan harga energi juga memicu tekanan inflasi di kawasan, termasuk Jepang yang mencatat inflasi 1,5 persen secara tahunan pada Maret 2026. Hal ini turut membebani pergerakan bursa Asia Pasifik yang cenderung melemah terbatas, di mana indeks KOSPI turun 0,35 persen.

Berikut rekomendasi saham Ajaib Sekuritas hari ini:

1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Rekomendasi: Trading Buy
Harga Penutupan: 1.490
Target Harga: 1.530
Stop loss: 1.450

AKRA berpotensi bullish continuation di atas MA 5,20,100. Breakout fase sideways jangka panjang.

2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: 6.700
Target Harga: 6.900
Stop loss: 6.500

INCO berpotensi bullish continuation jangka pendek, berpotensi membentuk rounding bottom. Sementara dalam jangka menengah berpotensi membentuk pola inverse head and shoulder.

3. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA)

Rekomendasi: Accum Buy
Harga Penutupan: 2.960
Target Harga: 3.050
Stop loss: 2.850

PTBA berpotensi bullish continuation, setelah breakout double bottom di atas MA 5,20,100. Indikator MACD bar  histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi.

(DESI ANGRIANI)

SHARE