MARKET NEWS

IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.750, Seluruh Sektor Menghijau

Iqbal Dwi Purnama 15/04/2026 09:30 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau ke level 7.750 pada perdagangan Rabu (15/4/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau ke level 7.750 pada perdagangan Rabu (15/4/2026). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau ke level 7.750 pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Seluruh sektor terpantau menguat yang menjadi pendorong penguatan indeks pada pagi hari ini.

Sepanjang perdagangan hingga pukul 09.15 WIB, IHSG bergerak di level tertinggi 7.773 dan level terendah 7.734. Tercatat sekitar 8,2 miliar lembar saham telah di transaksikan dengan nilai Rp4,01 triliun.

Sepanjang perdagangan pada sesi pagi ini 421 emiten saham mengalami penguatan, 158 saham tertekan, serta 380 emiten yang stagnan.

Secara keseluruhan, pasar menunjukkan sentimen positif karena seluruh sektor terpantau berada di zona hijau. Sektor Perindustrian menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan paling signifikan sebesar 2,78 persen, disusul oleh sektor infrastruktur dan barang baku yang juga menguat di atas 1,7 persen.

Meskipun sektor non-primer cenderung bergerak stagnan dengan kenaikan tipis 0,2 persen, namun tidak adanya sektor yang merah pada pembukaan pagi ini yang menunjukkan transaksi saham merata di seluruh sektor. 

​Di barisan saham yang mencetak kenaikan signifika atau top gainers, antara lain PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) memimpin di posisi pertama dengan lonjakan tajam sebesar 31,34 persen ke harga 88.

Emiten baru, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (​WBSA) menyusul dengan kenaikan persis  25,00 persen, diikuti RONY menguat 24,92 persen, BAPA menguat 23,03 persen, dan ZATA menguat 18,95 persen. 

​Meski sektor secara umum menguat, beberapa saham terkoreksi cukup dalam, seperti PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) melemah 14,71 persen, PT Natura City Developments Tbk (CITY) turun 8,96 persen, dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) terkoreksi 7,42 persen. 

(Rahmat Fiansyah)

SHARE