IHSG Ditutup Melemah ke 5.883, Saham TPIA hingga BUMI Turun Dalam
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Rabu (24/6/2026), terutama pada penghujung sesi II.
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Rabu (24/6/2026), terutama pada penghujung sesi II. Indeks berakhir melemah 3,56 persen ke level 5.883,88 poin dengan volume yang stagnan.
Sempat menghijau awal sesi pagi, IHSG bergerak ke zona merah dan semakin dalam pada sesi II. IHSG bergerak di level 5.876-6.171 poin dengan mayoritas perdagangan di teritori negatif.
Di pasar reguler, nilai transaksi mencapai Rp13,89 triliun, relatif sama dengan kemarin. Sementara volume perdagangan mencapai 249 juta saham dengan frekuensi 2,03 juta kali.
Subindeks lainnya juga turun. IDX30 melemah 3,18 persen dan LQ45 juga terkoreksi 3,39 persen. Indeks ISSI dan JII juga kompak anjlok masing-masing 3,92 persen dan 4,90 persen.
Saham "konglo" terpantau turun tajam, dipimpin oleh saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang melemah 12,4 persen ke Rp1.795. Saham terafiliasi Bakrie Group, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga turun 12,57 persen ke Rp146.
Senada, saham-saham big banks juga mengalami koreksi meski tak sedalam saham "konglo". Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,27 persen ke Rp5.925, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 3,44 persen ke Rp2.810, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 3,64 persen ke Rp3.970.
Penurunan saham big banks plus koreksi saham-saham "konglo" membuat IHSG tak punya tenaga. Pelemahan indeks juga terjadi setelah MSCI menunda evaluasi sambil terus memantau progres reformasi pasar modal Indonesia.
Indonesia tetap dipertahankan dalam kategori emerging market (EM) meski MSCI memberikan ancaman eksplisit untuk membuka konsultasi membahas penurunan ke Frontier Market (FM) apabila tidak ada progres, terutama dari sisi transparansi kepemilikan dan aksi perdagangan terkoordinasi.
Seluruh sektor melemah dengan sektor industri dasar menjadi penurunan terdalam. Hal ini dipicu oleh pelemahan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Sektor energi yang menghijau kemarin juga melemah imbas pembukaan kembali Selat Hormuz yang menekan harga minyak. Saham minyak dan batu bara kompak turun dengan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 4,93 persen ke Rp1.060 dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 11,5 persen ke Rp322.
Saham-saham yang menghuni top losers di antaranya PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 14,81 persen ke Rp1.150, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) turun 14,66 persen ke Rp990, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terkoreksi 14,06 persen ke Rp550.
Meski begitu, ada juga saham-saham yang menghijau dan masuk top gainers. Di antaranya PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 9,09 persen ke Rp216, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) menguat 9,01 persen ke Rp3.510, dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menghijau 8,75 persen ke Rp348.
(Rahmat Fiansyah)